kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Menguntai potensi lawi-lawi, si rumput laut serupa anggur


Minggu, 15 Juli 2018 / 15:05 WIB

Menguntai potensi lawi-lawi, si rumput laut serupa anggur

Lawi-lawi menuntut air bersih dan bebas logam berat

Membudidayakan lawi-lawi atau anggur laut tidak berbeda jauh dengan budidaya rumput laut pada umumnya. Anggur laut bisa dibudidayakan di laut lepas seperti rumput laut, bisa juga dibuat penangkaran khusus. Kolam penangkaran ini biasanya dibuat menyesuaikan habitat aslinya.

Kadek Lila Antara, pembudidaya anggur laut asal kabupaten Buleleng, Bali menyarankan, sebaiknya anggur laut dibudidayakan di kolam penangkaran khusus. Kolam perlu dibuat agar kualitas terbaik dari anggur laut terjaga.

Sebab, dari riset, Kadek mendapat informasi jika anggur laut merupakan penyerap logam berat terbaik. "Jadi bisa dibayangkan kalau tanaman itu hidup di tambak laut lepas dan lautnya tercemar logam berat bagaimana," jelasnya.

Oleh karena itu, media air dan lingkungan sekitar anggur laut tumbuh harus diperhatikan. Utamanya, bersih dari kandungan logam berat maupun zat kimia yang membahayakan. Selain itu, sanitasi dan suhu juga  menjadi perhatian penting. Pastikan tanaman anggur laut mendapatkan sinar matahari yang cukup agar pertumbuhannya cepat.

"Kalau suhu yang standar saja, antara 26-27 derajat Celcius. Terlalu dingin nanti pertumbuhannya lama, terlalu panas malah mati," kata Kadek. Jika ingin pertumbuhannya lebih cepat, pemberian pupuk harus rutin atau tiap tiga hari. Biasanya, memakai pupuk organik.

Kadek menerapkan kontrol kualitas yang ketat terhadap produk Sea Grape Bali. Semua tahap memiliki standar, mulai proses budidaya, ukuran panjang anggur laut sampai proses pengemasan. "Harus ketat, karena anggur laut ini dimakan mentah, tidak dimasak atau diolah lagi. Jadi ya harus dipastikan sampai ke konsumen dalam keadaan bersih dan sehat," tuturnya.

Berbeda dengan Parigi, pembudidaya anggur laut asal Takalar, Sulawesi Selatan yang lebih mengikuti kondisi alam. Pasalnya, ia membudidayakan anggur laut di tambak laut lepas. Maka dari itu, mau tidak mau harus mengikuti kondisi alam.

Menurut Parigi, budidaya anggur laut agak susah dibanding jenis rumput laut lainnya. Anggur laut butuh tempat tumbuh yang lebih dalam.  "Lawi-lawi ini bisa berkembang dengan baik di kedalaman 10-15 meter dari permukaan laut," jelas Parigi.

Selain itu, butuh tempat berkontur datar dan cukup luas jika ingin membudidayakan dalam skala besar. Padahal, laut-laut di Indonesia minim yang berkontur datar.  

Ia sendiri memanfaatkan empat titik laut di kawasan Sulawesi Selatan untuk membudidayakan anggur laut. Bibit anggur laut bisa didapat langsung dari anggur laut segar yang ada di laut. "Kalau sudah ditanam, ya sudah dilepas saja begitu, nanti tunggu satu bulan sampai dua bulan, baru kita panen," tuturnya.

Di laut, anggur laut makan plankton maupun nutrisi yang ada di dasar laut. Pada musim kemarau hasil panen anggur laut biasanya menurun dibanding musim penghujan.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0496 || diagnostic_web = 0.3392

Close [X]
×