kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mengupas bisnis kacang rondam, usaha warisan turun temurun di Samosir (1)


Sabtu, 16 November 2019 / 10:00 WIB
Mengupas bisnis kacang rondam, usaha warisan turun temurun di Samosir (1)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - SAMOSIR. Mengenal Samosir, pulau di tengah Danau Toba, tak sebatas legenda, wisata, dan ulos saja. Camilan khasnya patut jadi informasi wajib jika berkunjung ke kabupaten di Sumatra Utara.

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki kacang sihobuk, maka Samosir punya kacang rondam. Secara proses, tak jauh beda dengan kacang sihobuk, hanya kacang rondam memerlukan waktu lebih singkat dalam merendam kacang, dua sampai tiga jam saja. Perendaman kacang dengan pasir saat proses sangrai menjadi asal mula kacang khas Samosir ini bernama kacang rondam.

Memasuki Pangururan, Ibu Kota Samosir, banyak toko yang memajang kacang rondam. Setidaknya, ada produsen: UD Mars, UD Sarima, UD Lambok.
Para produsen kacang rondam yang terkenal dengan kemasan koran menjalankan usaha turun temurun. Sebut saja, Enita Simbolon, generasi kedua UD Mars, yang melanjutkan usaha sang ayah yang sudah berdiri sejak 48 tahun silam. "Saya mulai ikut membuat kacang rondam saat duduk di bangku SMP, tahun 1971," kata kepada KONTAN.

Baca Juga: Makanan dengan kandungan lemak tinggi ini justru baik bagi kesehatan

Begitu juga dengan Asini Rohana Pakpahan, yang meneruskan UD Lambok yang opung atau kakeknya rintis sejak 1960-an. "Semua yang buat kacang, warisan semua," ungkap dia. Termasuk, UD Sarima milik Peryana Simbolon yang melanjutkan usaha ayahnya, Kalesman Simbolon.

Untuk menghasilkan citarasa gurih manis, pemrosesan kacang garing ini tak sembarangan. Kualitas kacang menjadi faktor penentu rasa saat proses pengolahan. Kacang tanah haruslah yang memiliki tiga biji.

Dan, kacang rondam menjadi sumber ekonomi sebagian warga di Pangururan. Mulai dari produsen hingga pemilah kacang.

Liburan sekolah dan hari raya keagamaan menjadi masa panen para produsen kacang rondam. Di hari biasa, masyarakat Samosir biasa mengkonsumsi kacang rondam sebagai camilan yang menemani mereka saat bercengkrama.

"Orang ada hajatan, pesta, pastilah akan ada kacang rondam, sudah jadi tradisi di Samosir," kata Asini. Palagi, "Kacang rondam gurih, renyah, dan manis, juga sehat karena tak pakai minyak masaknya," ujarnya.

Baca Juga: Biar tidak sampai kena kanker atau jantung, kenali tiga jenis lemak makanan berikut

Untuk penjualan kacang rondam, baru sebatas di wilayah Samosir dan sekitarnya. Selain memajang produk di toko mereka, para produsen juga menyuplai ke toko-toko di Samosir. Pemasaran online pun tak luput mereka gunakan, tapi baru sebatas melalui Facebook.

Untuk harga, kacang rondam terbilang sangat terjangkau, mulai Rp 15.000 untuk ukuran kecil hinggaRp 350.000 untuk kaleng seberat enam kilogram. Harga produk di tiap produsen kacang rondam punĀ  tidak ada perbedaan.

(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×