kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45833,17   2,47   0.30%
  • EMAS945.000 0,53%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Menilik peluang usaha alas kaki lokal ramah lingkungan, Node


Jumat, 18 Juni 2021 / 16:59 WIB
Menilik peluang usaha alas kaki lokal ramah lingkungan, Node
ILUSTRASI. Model sepatu Node

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kampanye Bangga Buatan Indonesia kini terus disuarakan oleh pemerintah. Brand-brand lokal nyatanya tak kalah jika dibandingkan dengan merek luar negeri.

Sepatu misalnya, ikut meramaikan kancah sepatu lokal, Node merupakan sepatu bio commponent asal Sukabumi yang mulai meluncur sejak 2019 lalu. Node sendiri didirikan sebagai sarana Learning by Earning join research dengan Balai besar Pascapanen Kementerian Pertanian untuk Biosilika.

Model terbaru Node yaitu Liz Series kini sudah 100% komponen nabati. Ada 13 komponen nabati yang digunakan sebagai bahan sepatu Node, seperti pigmen warna menggunakan tanaman, sekam padi, karet alam, getah pinus, minyak nabati, rami, goni, serat kenaf bahkan perekatnya menggunakan basis eucalyptus.

"Yang dimaksud 100% bio itu komponen kita pastikan nggak ada plastik dan logam berat," jelas Founder Node David Chrisnaldi kepada KONTAN.

Baca Juga: Menggali potensi Indonesia jadi produsen dan eksportir produk halal terbesar dunia

Node yang berarti No Deforestation diklaim memiliki ketahanan pemakaian hingga tiga tahun. Series awal Node, David menceritakan sampai saat ini masih layak digunakan.

"Kalau seberapa lama itu batesnya, tahan sobek bisa hampir setahun. Kita masukin bahan pengawet biar tetap elastis dan lembut, tapi pengawet ketika sudah 3 tahun ngga efektif dan akan lebih kaku. Setelah 3 tahun dia kaku dia biodegradable," jelasnya.

David mencoba memasukan sepatu buatannya dalam mesin khusus, untuk menguji berapa lama kemungkinan sepatu awet digunakan. Dari hasil percobaan diperoleh, baik insole dan outsole sepatu terlepas sendiri ketiga sudah tiga tahun.

"Kita coba dituakan [sepatunya] ada mesinnya, percobaan kita setting 3 tahun. Nah dia jadi lepas outsole insole dan gampang disobek gitu akan kehilangan elastisitasnya," ungkap David.

Untuk semua bahan baku David menyebut 100% dipasok dari dalam negeri. Bahan baku sepatu buatan David menggunakan tiga sumber, pertama komoditas berlebih, kedua komoditas dari lahan marjinal yaitu kenaf, dan terakhir pemanfaatan limbah tani seperti sekam padi.

Hampir dua tahun berjalan, kini total ada empat model produk Node yang terdiri dari sepatu dan sandal. Adapun produk Node dibandrol mulai dari Rp 428.000 hingga Rp 1,2 juta.

"Penjualan kita sejak pandemi stagnan rata-rata perbulan itu 100 pasang. Kita pemasaran lewat sosial media dan juga komunitas. Kalau pembeli dominasi dari Indonesia, ada sih yang dari luar tapi hanya satuan belum angka besar. Pernah ada pesanan dari Hongkong, Spanyol, Inggris," kata David.

Baca Juga: Pengeluaran jelang Lebaran naik, simak tips mengelola keuangan agar lebih efektif




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×