kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   0,00   0.00%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Menimbang kemitraan resto De Lekker


Minggu, 04 Januari 2015 / 16:32 WIB
Menimbang kemitraan resto De Lekker

Reporter: Yuthi Fatimah | Editor: Havid Vebri

Selain gerai menu khas Eropa atau Asia, resto makanan tradisional pun ramai peminat. Itu juga yang mendorong banyak pengusaha kuliner memilih makanan tradisional sebagai menu andalan di restonya.

Salah satu pemainnya adalah Paulus S. Firmanto, pemilik resto dengan brand De Lekker Cafe yang dalam bahasa Belanda artinya enak. Resto yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat menyediakan aneka masakan khas nusantara, seperti nasi rawon, nasi gokil, mie godog, kwetiau goreng, soto tangkar, bakwan malang dan masih banyak lagi.

Sementara minumnya ada es durian medan, jus durian medan, dan lainnya. Selain itu, ada juga makanan ringan, seperti singkong goreng. Kudapan khas barat juga tersedia, antara lain  pancake, waffle, dan spaghetti, lasagna, dan steak. Setiap menu di resto ini dihargai mulai Rp 10.000 hingga Rp 34.000 per porsi.

Merintis usaha awal tahun ini, Paulus sudah membuka tiga oulet di sekitar Bekasi dan Kalimalang. Untuk mengembangkan usaha, kini ia menawarkan kemitraan. Paulus menawarkan paket investasi sebesar Rp 500 juta. Mitra mendapatkan peralatan memasak, furniture, renovasi tempat, bahan baku, training, dan franchise fee Rp 100 juta selama tiga tahun.

"Untuk franchise fee selanjutnya, angkanya bisa didiskusikan kembali dengan mitra. Apakah nantinya menambah kontrak satu tahun atau tiga tahun," kata Paulus. Paket investasi itu belum termasuk sewa tempat. Lokasinya bisa di mal maupun di luar mal, dengan ukuran minimal 65 meter persegi (m²).

Nantinya, pusat akan membantu melakukan survei lokasi. Tempatnya cukup luas karena tersedia juga fasilitas dan layanan untuk rapat dan nonton bareng.

Omzet Rp 150 juta

Paulus menargetkan, mitra bisa mengantongi omzet sekitar Rp 100 juta–Rp 150 juta per bulan. Ada pun laba bersihnya sekitar 10% dari omzet. Laba bersih itu sudah dipotong biaya royalti bulanan sebesar 6% per bulan.

Dengan laba tersebut, mitra bisa balik selama kurang lebih dua tahun. "Ini juga tergantung lokasi. Kalau lokasinya memang strategis maka balik modal akan semakin cepat," jelas Paulus.

Seperti kebanyakan kemitraan lainnya, Paulus juga mewajibkan mitranya membeli bahan baku dari pusat. Dari seluruh bahan baku, sekitar 30% harus membeli dari pusat, seperti bumbu, singkong, dan beberapa bahan baku lainnya.

Pengamat waralaba dan konsultan dari Proverb Consulting, Erwin Halim berpendapat, bisnis resto ini cukup unik karena menyediakan fasilitas untuk rapat dan nonton bareng. Namun, kata Erwin, sebaiknya tempat meeting dan nonton bareng dibuat terpisah. "Agar orang yang meeting tidak terganggu," kata Erwin

Hanya, balik modal sekitar dua tahun itu tergolong lama. "Yang ideal satu sampai satu setengah tahun," ujarnya.   

De Lekker Cafe          
Jln. KH Noer Ali, Raya Kalimalang                                                                                                                                                                                                Bekasi Selatan                                                                                                                                                                                                                                   Telp: 087784888688



TERBARU

[X]
×