kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,65   8,27   0.82%
  • EMAS955.000 1,06%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Meniti sukses lewat bisnis bakpia mangkok (1)


Selasa, 25 Februari 2014 / 10:16 WIB
Meniti sukses lewat bisnis bakpia mangkok (1)


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Rizki Caturini

Saat mengunjungi Kota Malang, biasanya para wisatawan  mencari keripik tempe sebagai buah tangan. Tetapi sebenarnya, ada satu lagi oleh-oleh khas Malang yang juga terkenal, yaitu Bakpia Mangkok.

Bisnis oleh-oleh khas Malang ini dijalankan secara turun temurun sejak tahun 1980. Bisnis ini dibangun oleh Zabur Utomo. Kini bisnis bakpia mangkok sudah memasuki generasi ketiga. Adalah Reza Setiawan, cucu dari Zabur Utomo yang sejak 2011 diberikan kepercayaan oleh sang kakek untuk memimpin bisnis kuliner tersebut. Bergabungnya laki-laki berusia 31 tahun ini memberikan hawa segar bagi perusahaan. Pasalnya, banyak perubahan yang dilakukan mulai dari teknologi sampai branding.

Bisnis bakpia mangkok pun terus berkembang. Salah satu inovasi yang dilakukan Reza adalah dengan menambahkan varian rasa bakpia. Awalnya bakpia mangkok hanya tersedia dalam satu rasa yaitu original atau kacang hijau. Kini bakpia mangkok sudah bisa dinikmati dalam lima rasa yaitu, kacang hijau, tangkue, durian, coklat dan keju.

Rencananya, dalam waktu dekat akan ada satu lagi tambahan rasa baru, yakni bakpia mangkok rasa kopi. Harga bakpia ini sekitar Rp 9.000 - Rp 12.000 per bungkus berisi lima buah bakpia. Selain itu, bakpia mangkok juga dijual dengan dengan kemasan lain yaitu dus kecil isi 12 buah yang dijual Rp 25.000 dan dus besar berisi 25 buah dijual Rp 52.000.

Saat ini outlet Bakpia Mangkok tersebar di tiga lokasi di Semarang yaitu di Jalan Semeru, Jl. Sukarno Hatta dan daerah Tidar. Bakpia Mangkok juga mempunyai satu outlet yang berada di Bandung dan Bali. Selain itu, Bakpia Mangkok juga dijual dibeberapa toko oleh-oleh seperti Avia dan toko oleh-oleh Sensa.

Reza mengungkapkan, di setiap outlet Bakpia Mangkok selalu memiliki ruang produksi. Tujuannya, agar ia bisa menyajikan bakpia yang fresh from the oven bagi para pelanggan.

Dalam satu hari, produksi Bakpia Mangkok mencapai 7.000 bungkus untuk wilayah Malang. “Semua itu habis dalam satu hari,” ujar Reza. Untuk memproduksi bakpia, di ketiga outlet tersebut, Reza dibantu oleh sekitar 120 karyawan.

Pada awal Bakpia Mangkok berdiri, jumlah produksi baru sekitar 40 bungkus dan hanya pasarkan di sekitar rumah mereka yang berada di Jalan Taman Selamet, Kota Malang.

Pelanggan Bakpia Mangkok tidak hanya lokal tetapi juga para wisatawan internasional. Jadi jangan heran bila akhir pekan dan musim libur tiba seluruh outlet mereka selalu dipenuhi pembeli. Tidak jarang Reza juga menerima pesanan dari luar negeri seperti, orang dari Amerika Serikat (AS) dan Belanda.

Khusus untuk outlet yang berada di Jalan Sukarno Hatta, Malang, Bakpia Ma ngkok melayani pesanan via telepon. Tentunya untuk daerah sekitar outlet saja.

Jumlah pembeli yang kerap membludak membuat omzet bisnis Bakpia Mangkok yang dijalankan laki-laki lajang ini melesat bak roket. Ia mengaku, dalam sebulan bisa mengantongi omzet hingga Rp 3 miliar. Dan yang luar biasa, laba bersih bisa mencapai 100% dari biaya produksi. “Saya optimistis bisnis keluarga ini akan menjadi lebih besar,” ujar dia.     

(bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×