Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.205
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS623.158 -0,48%

Menjahit untung dari produk fesyen berbahan kain goni

Sabtu, 04 Agustus 2018 / 15:05 WIB

Menjahit untung dari produk fesyen berbahan kain goni



KONTAN.CO.ID - Selama ini kain goni banyak dipakai sebagai bahan kemasan, khususnya produk pertanian. Namun, fungsi goni kini kian luas. Belakangan, material ini juga menjadi bahan produk fesyen seperti tas, dompet, sandal hingga pakaian. 

Dengan model yang kian beragam dan unik, produk fesyen ini berhasil memikat para penggemar fesyen.  Produk fesyen dari kain goni pun juga diburu oleh penyuka fesyen dari luar negeri.  
 
Muhammad Fariz Adisukmawan, Manager Operasional Rumah Karung Goni asal Bandung, Jawa Barat mengamini hal tersebut. "Pasar mulai aware dan muncul ketertarikannya. Konsumen mulai banyak yang pakai produk fesyen ini dan itu menjadi pertanda baik," jelasnya.  
 
Rumah Karung Goni menyulap kain goni menjadi dompet, tas punggung, tas selempang, sandal, dompet kecil hingga sepatu yang cantik. Mereka menjualnya mulai dari Rp 135.000 sampai Rp 275.000 per unit. 
 
Dalam sebulan, rata-rata total produksinya hanya mencapai sekitar 200 unit. Terbatasnya jumlah produksi ini lantaran proses pembuatannya masih konvensional. 
 
Fariz menjalin kerjasama dengan beberapa penjahit untuk membuat seluruh barang koleksinya. Keahlian dan ketelitian dibutuhkan untuk membuat produk yang berkualitas dengan banyak detil yang rapi. 
 
Selain menjual produk siap pakai, mereka juga menerima pesanaan dengan disain khusus. Proses pengerjaannya pun cukup cepat, sekitar 10 hari untuk jumlah pesanan hingga 100 unit dengan model yang sama.  
 
Di Yogyakarta, produk fesyen dari kain goni lebih populer. Bahkan, banyak konsumennya berasal dari pecinta fesyen kelas atas. 
 
Bimo Wijoseno, pemilik Guna Goni asal Yogyakarta mengatakan, pasar memang mulai menyukai produk-produk yang unik dan nyentrik. "Produk kain goni juga masih bisa terus berkembang," tegasnya. 
 
Guna Goni pun tak kesulitan memasarkan produknya. Cukup dengan langkah edukasi sederhana seperti pengenalan melalui website dan penjelasan dalam label, produknya sudah laku terjual. 
 
Laki-laki berusia 44 tahun ini memanfaatkan media sosial sebagai tempat berjualan. Selain itu, dia juga menjalin kerjasama dengan galeri produk fashion dan oleh-oleh. 
 
Hampir sama dengan lainnya, produk fesyen goni buatannya berbentuk sampul buku, tas, topi, dompet, dan sandal. Untuk harganya, Bimo mematok mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 250.000 per unit. Selain memenuhi konsumen lokal, dia juga mengirim produknya ke China dan Belanda. 
 
Menggunakan kain goni bekas dengan proses produksi yang sederhana, Bimo tidak dapat mematok jumlah produksinya saban bulan. "Bisa jadi pesanan 12 unit juga tidak bisa dibuat kalau memang sama sekali tidak ada pasokan kain goninya," tambahnya.

BISNIS FESYEN

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0554 || diagnostic_web = 0.4377

Close [X]
×