kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   0,00   0.00%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Menjajal bisnis ayam goreng Jepang rasa nusantara


Minggu, 04 November 2018 / 07:45 WIB
Menjajal bisnis ayam goreng Jepang rasa nusantara

Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Menu olahan ayam memang tiada duanya hingga kini. Diolah dengan cara apapun, hasilnya selalu disenangi oleh banyak kalangan. Tidak terkecuali dengan produk ayam karage alias ayam goreng tepung ala Jepang.

Usaha ayam tepung tanpa tulang ini makin menjamur dipasar lokal. Salah satu pemain adalah Karagengenin besutan John Steven asal Palembang.

Agar nampak berbeda dengan produk sejenis, Steven mengkombinasikan ayam karage dengan saus khas nusantara. Seperti saus cabai hijau, telur asin, dan lainnya. Bentuk kemasannya pun dibuat laiknya  rice bowl  agar terlihat kekinian dan mudah dibawa  oleh para pembeli.

Hasilnya, usaha yang mulai beroperasi Oktober 2017 di Palembang tersebut hingga kini sudah ada 30 gerai milik mitra yang tersebar di sejumlah daerah. Sebut saja Jakarta, Surabaya, Batam, Jambi hingga Pontianak. Bila tidak ada kendala,  ia bakal membuka tiga gerai mitra baru yang berada di Bali, Jember, dan Batam pada akhir tahun ini.  

Kalau ada yang tertarik, Steven menawarkan dua paket kemitraan. Pertama, paket booth dengan investasi Rp 18 juta. Mitra dapat bahan baku awal 100 porsi, perlengkapan masak, branding, pelatihan dan satu unit booth. Kedua, paket kafe senilai Rp 40 juta. Fasilitasnya adalah serupa dengan paket pertama, plus bahan baku 200 porsi, desain dekorasi ruang dan lainya.

Ia membanderol harga ayam karage dengan tujuh varian saus di gerainya antara Rp 20.000 sampai Rp 22.000 per porsi. "Kami membuat bumbu racikan sendiri," katanya ke KONTAN (27/10).

Khusus untuk paket kafe, mitra dapat menjual menu tambahan lagi.  Yaitu aneka minuman, mie, atau  paket ayam karage yang besar.

Berdasarkan perhitungan Steven, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra bisa sekitar tiga bulan saja. Dengan catatan, mitra sanggup menjual  antara 100 porsi sampai 120 porsi saban harinya. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang dapat dikantongi mitra adalah sekitar 25%-30% dari dari total omzet per bulan.

Dengan skema kemitraan tersebut, Steven optimistis tawaran kemitraannya bakal mendapat respon positif. Ia pun menargetkan bisa menjaring hingga 20 mitra anyar sampai akhir tahun ini. Lantaran paket kemitraan yang ia tawarkan cukup terjangkau oleh para calon mitra.



TERBARU

[X]
×