kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Menjajal peluang bisnis Terang Bulan Manchester


Rabu, 27 Februari 2013 / 09:15 WIB
ILUSTRASI. Produk PT. Kino Indonesia. KONTAN/Baihaki/26/11/2015


Reporter: Pravita Kusumaningtias | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Terang bulan adalah sebutan lain untuk panganan martabak. Warga di Surabaya dan Jogyakarta biasa menyebut martabak dengan terang bulan. Rasa terang bulan umumnya manis. Sejak 2002 silam, pengusaha  martabak Yogyakarta Paksi Dewandaru berinovasi membuat martabak yang bercitarasa gurih dengan variasi rasa ayam suwir, ayam jamur, bahkan sosis. Hasil inovasinya diberi merek Terang Bulan Manchester.

Nama Manchester diambil dari nama tim sepakbola favoritnya. Tak hanya membuka gerai sendiri, Paksi juga membuka peluang usaha bagi yang ingin ikut berbisnis dengan dia. Terang Bulan Manchester sudah memiliki 10 gerai di Surabaya, Jogyakarta, Malang, dan Bali.

Paksi menawarkan 3 paket kemitraan. Paket pertama dengan gerobak berukuran satu meter dengan investasi Rp 7,5 juta. Paket kedua dengan  gerobak 1,5 meter senilai Rp 15 juta.

Paket ketiga yang menggunakan booth berukuran 2x2 meter persegi, mitra harus menyiapkan investasi sebesar Rp 30 juta. Paket booth ini memang diperuntukkan untuk mitra yang ingin membuka gerai di food court atau pusat perbelanjaan.

Semua paket sudah dilengkapi dengan kompor khusus, kemasan, peralatan marketing dan kartu diskon. Paksi juga menyediakan training untuk masing-masing dua karyawan.

Mitra  tidak perlu membayar royalty fee kepada Paksi. "Cukup membeli kemasan dari pusat dan membayar lisence fee Rp 500.000 per tahun," ujar Paksi.

Menu martabak Terang Bulan Manchester dibanderol mulai dari Rp 17.000 hingga Rp 30.000 per buah. Paksi memperkirakan, mitra bisa meraup omzet berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta sehari. Artinya, dalam se bulan mitra bisa mengantongi omzet Rp 12 juta-Rp 45 juta.

Keuntungan bersih ditargetkan sekitar 40%. Maka, mitra diharapkan sudah balik modal dalam enam bulan. Demi menjaga kualitas dan rasa, Paksi melarang mitra mengubah resep yang sudah disiapkan dari pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×