kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.004,31   -3,98   -0.39%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Menumpas monster haus lewat cairan infus


Kamis, 02 Desember 2010 / 13:56 WIB
Menumpas monster haus lewat cairan infus
ILUSTRASI. Reza Rizky Hermawan


Reporter: Azis Husaini | Editor: Tri Adi


Sebagai produsen minuman isotonik Pocari Sweat, PT Amerta Indah Otsuka menggelar program permainan Ionopolis hingga awal Desember ini. Amerta berharap, citra Pocari sebagai minuman penghilang dehidrasi akan terbangun lebih kuat.

Saat haus alias mengalami dehidrasi, pasti kita langsung memilih minum air putih atau air mineral dalam kemasan. Begitu pula saat kita usai berolahraga atau melakukan perjalanan melelahkan naik transportasi umum. Kebiasaan banyak orang menenggak air putih biasa ketika haus tak mendukung bisnis PT Amerta Indah Otsuka, produsen minuman isotonik Pocari Sweat.

Padahal, Amerta telah merancang Pocari Sweat sebagai minuman yang bisa menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat beraktivitas. Malah, Amerta mengklaim Pocari lebih cepat mengganti cairan tubuh ketimbang minuman lain, termasuk air putih. “Kami ingin setiap orang minum Pocari Sweat dan tidak melulu minum air biasa,” kata Manajer Produk Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka, Ricky Suhendar.

Sebetulnya, perusahaan asal Jepang ini tidak terlalu risau dengan perkembangan bisnis minuman saat ini. Soalnya, Amerta merupakan produsen minuman isotonik yang pertama beredar di pasar Indonesia. Jadi, meskipun ada pemain lain yang masuk dan meramaikan bisnis ini, citra Pocari di mata konsumen tetap tertancap.

Masalahnya, para pemain yang terjun di bisnis minuman bejibun. Para pemain yang bertempur di pasar ini bukan sembarangan. Banyak pemain lokal, tidak sedikit pula yang sudah bermain di pasar global.

Para pemain ini pun memasang strategi pemasaran yang mirip dengan strategi Amerta. Mereka beramai-ramai mengklaim bisa menjadi minuman segar dan penghilang rasa haus. Karena itu, mau tidak mau Amerta harus mencari cara lain agar para konsumen, terutama target pasar yang ia bidik, yakni kalangan muda, benar-benar tahu manfaat Pocari Sweat.


Beli Pocari buat tenaga

Belum lama berselang, tepatnya sejak 25 Oktober lalu, Amerta meluncurkan cara pemasaran yang terbilang unik. Mereka menggelar permainan (games) interaktif bernama Ionopolis yang bisa dilihat dan dimainkan lewat internet melalui situs perusahaan minuman ini (www.pocarisweat.co.id/ionopolis).

Inti dari permainan ini adalah ada jagoan yang bernama Pocariman yang ingin menyelamatkan kota Ionopolis yang tengah diserang para monster. Monster-monster menyedot cairan penduduk kota ini yang membuat mereka jadi dehidrasi. Tugas si Pocariman adalah memusnahkan seluruh monster yang berjumlah 11.

Peran para gamers adalah memberantas para monster lewat tangan Pocariman. Supaya tenaga si penghilang dehidrasi ini tetap penuh (full) dan semangat dalam menumpas musuh, setiap pemain harus mengisi tenaga Pocariman (refill hydration) untuk menambah poin.

Caranya berbeda-beda. Untuk itulah, Amerta menggandeng para mitra dalam menyukseskan permainan Ionopolis ini. Seperti dengan Alfamart, Toko Buku Gramedia, serta Radio Prambors.

Pemain bisa menambah poin lewat QR code yang tersebar di beberapa titik di setiap Alfamart dan Toko Buku Gramedia. Titik-titik ini tersedia di dalam poster atau pamflet di kedua toko tersebut.

Para pemain juga bisa menambah poin jika bisa menebak dengan benar pertanyaan dari penyiar Radio Prambors. Pastinya pertanyaan adalah seputar produk minuman cairan infus ini dan masalah dehidrasi.

Tapi kalau para pemain sudah mendapat tenaga dari QR code, dan di tengah jalan si Pocariman kehabisan tenaga, si pemain tidak bisa segera mengisi poin melalui poster atau pamflet di Alfamart atau Gramedia pada saat itu juga. Ada jeda waktu, minimal 24 jam, untuk menambah tenaga lagi.

Inilah kecerdikan dari produsen minuman ion ini. Pengecualian terjadi kalau ada pemain langsung membeli Pocari Sweat yang punya kode khusus program ini di gerai Alfamart.

Harapannya, setelah mendapat kode khusus di kemasan Pocari Sweat, si pemain langsung bisa ngacir bermain lagi. Ibaratnya, si Pocariman tidak lagi kehausan lantaran sudah minum Pocari Sweat.

Pemain yang berhasil mengalahkan para monster bisa berbangga diri dengan memberitahukan ke sesama pemain Ionopolis lewat situs jejaring sosial (media service) yang masih ngetren hingga kini, seperti Facebook atau Twitter. Atau lewat Foursquare untuk memulai permainan di lokasi tertentu.


Saling perkuat citra

Menurut Handito Joewono pengamat pemasaran dan manajemen dari Arrbey Consultant, cara Amerta membikin strategi pemasaran lewat Ionopolis terbilang cerdas. Perusahaan yang juga memasarkan camilan Soyjoy ini tak hanya ingin menguatkan citra Pocari Sweat sebagai penangkal dehidrasi.

Lebih dari itu, menurut Handito, Amerta ingin mengetahui lebih dalam karakteristik dari konsumen Pocari Sweat. Jadi, bisa saja data dari para peserta menjadi bahan untuk membuat riset pasar. “Inilah yang saya lihat dari program games ini,” kata dia.

Tampaknya, prediksi Handito mengena. Amerta sudah melakukan langkah promosi tepat. Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 55.000 orang yang terdaftar sebagai peserta permainan Ionopolis ini.

Supaya para pemain tetap setia bermain Ionopolis, Amerta memberikan hadiah berupa iPod Shuffle kepada tiga peserta yang memiliki poin tinggi setiap minggu.

Yang menarik, seratus peserta yang memiliki poin tertinggi bakal masuk tahap semifinal. Lombanya lebih seru lagi, yakni membuat komik memakai foto diri sendiri yang dilengkapi dengan potongan gambar yang sudah tersedia di situs.

Sepuluh hasil karya terbaik bakal masuk final berhadiah pelesir ke Jepang. Para finalis akan mendapat tugas membuat video yang kreatif dengan tema dehidrasi. Para finalis ini juga wajib membuat pertunjukan yang menarik dan menghibur.

Suhendar berkata, tujuan program Ionopolis ini untuk mengedukasi masyarakat banyak, terutama kawula muda, yang mereka klaim belum tahu apa yang bakal diperbuat pada saat dehidrasi. Langkah ini untuk memperkuat program pemasaran yang sudah berjalan, seperti beriklan di media dan membuat program di lapangan.

Maklum, sejak tahun lalu, pabrik kedua Amerta sudah beroperasi. Tambahan produksi sebanyak 200.000 kaleng Pocari Sweat berlogo khusus diharap bisa untuk memenuhi target penjualan sebanyak 500 juta kaleng pada tahun ini.

Menurut Handito, target Amerta bisa tercapai. Pasalnya, program Ionopolis sengaja dibuat berjangka waktu pendek: berakhir 5 Desember nanti. Menurut dia, durasi program pemasaran lewat permainan memang harus pendek. “Kalau lama malah bisa membosankan peserta,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×