kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menyantap kelezatan fulus Korean BBQ


Minggu, 11 Agustus 2019 / 11:40 WIB

Menyantap kelezatan fulus Korean BBQ
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kuliner yang mengusung konsep all you can eat atau makan sepuasnya sedang menjamur di beberapa kota. Salah satunya yang mengusung menu Korean barbeque (BBQ) dengan harga terjangkau.

Inilah yang membuat Andreas Tony, Co Founder Kulo Group, merambah ke bisnis kuliner Korean BBQ lewat label Pochajjang sejak awal 2019 lalu. Ia pun langsung menawarkan kemitraan usaha.

Sebelum merambah bisnis tersebut, Tony sudah lebih dulu berkutat di bisnis kedai kopi merek Kulo. "Pochajjang ini menawarkan versi murah Korean BBQ yang biasanya sekali makan bisa Rp 200.000 lebih," kata Tony kepada KONTAN.

Saat ini, sudah ada 23 gerai Pochajjang yang tersebar di Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Jambi.

Baca Juga: Perbesar pangsa pasar, Kawan Lama tambah gerai Cupbop dan Gindaco

Kalau ada mitra yang tertarik, calon mitra tinggal menyiapkan tempat usaha minimal 200 m, biaya franchise selama 3 tahun sebesar Rp 250 juta serta biaya peralatan, renovasi, dan perlengkapan usaha sesuai luas tempat usahanya.

Pihak pusat tidak mematok paket investasi karena paket tersebut bisa berubah sesuai dengan kebutuhan dan luas tempat usaha mitra. "Modal Rp 700 juta–Rp 800 juta, maksimal Rp 1 miliar, sudah termasuk franchise fee. Itu total biaya untuk usaha yang siap jalan," jelas Tony.

Ia membidik target konsumen kelas menengah. Dengan tarif menu berkisar Rp 99.000 per orang untuk paket premium, dan Rp 129.000 per orang untuk paket daging wagyu.

Dengan fasilitas tersebut, Tony mengklaim rata-rata dalam sehari bisa meraup omzet sekitar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Praktis dalam sebulan, omzetnya mencapai Rp 600 juta sampai Rp 800 juta.

Baca Juga: Kulo Group segera buka 50 gerai Pochajjang, tapi tidak di dalam mall

Mengenai operasional, mitra wajib membeli seluruh bahan baku dan bumbu dari pusat. Selain itu, pihak pusat juga mengenakan biaya royalti sebesar 5% dari omzet.

"Perkiraan balik modal sekitar tujuh sampai delapan bulan. Kalau penjualan kurang bagus bisa satu tahun," tuturnya.

Dengan program kemitraan ini, Tony menargetkan Pochajjang bisa mencapai 50 gerai sampai akhir tahun ini. Artinya ada tambahan sekitar 27 gerai lagi.

Konsultan bisnis dan waralaba dari DK Consulting, Djoko Kurniawan menilai bisnis kuliner dengan konsep all you can eat masih menjanjikan untuk beberapa tahun ke depan. Apalagi harga yang ditawarkan juga terjangkau sehingga bisa menjaring lebih banyak konsumen. "Masih bagus," katanya kepada KONTAN.

Tapi para pebisnis juga harus bisa mengantisipasi pasar yang cepat bosan dengan sebuah tren kuliner. Untuk itu butuh inovasi produk. Langkah lain yang tidak kalah penting adalah membangun ekosistem bisnis yang kuat antara pihak pusat dan mitra.

--------------------------------------

Pochajjang (Kulo Grup)

Jl Cikajang No 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Hp: 0818-938686


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0516 || diagnostic_web = 0.2992

Close [X]
×