Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Menyaring untung dari beternak ayam pelung

Sabtu, 23 Juni 2018 / 17:05 WIB

Menyaring untung dari beternak ayam pelung

KONTAN.CO.ID - Bagi warga Jawa Barat, tentu sudah tak asing lagi dengan ayam pelung. Pasalnya, jenis unggas ini memang berasal dari Cianjur,  Jawa Barat.

Tapi kini ayam pelung banyak diminati. Penggemar ayam hias terpikat oleh irama nyanyiannya yang panjang dan unik. Ayam pelung kualitas baik dapat berkokok sampai dengan 15 detik. Bentuk fisiknya yang besar membuat ayam ini terlihat gagah.

Selain itu, ayam asli Indonesia ini mempunyai masa pertumbuhan yang sangat cepat dan berpotensi menjadi ayam pedaging untuk pejantan dan ayam petelur untuk betina. Masa bertelur mulai umur 7-9 bulan, dengan jumlah telur 9-14 butir tiap periode bertelur.  

Lantaran berbagai kelebihan ini, peternak ayam hias mulai melirik peluang beternak ayam pelung. Salah satunya, Saiful Aziz, pemilik Syae Farm asal Yogyakarta. Ia memelihara ayam pelung sejak 2009 lalu.

Untuk mendapatkan turunan dengan kualitas baik, Saiful mengambil indukan dari tempat ayam ini berasal yaitu Cianjur, Jawa Barat. Sekarang jumlah indukannya ada tiga ekor jantan dan enam ekor betina. Sedangkan, anakannya ada  sekitar  20 ekor berumur satu bulan.

Saiful mengatakan kebanyakan konsumen mencari ayam ini sebagai koleksi pribadi atau kebutuhan kontes. Biasanya, di wilayah Jawa terdapat kontes ayam hias skala nasional yang digelar minimal satu tahun sekali.

Rata-rata konsumennya berasal dari sekitar Jawa Tengah, Lampung, Jambi, dan kota-kota lainnya di wilayah Sumatra. Saiful memakai kargo darat untuk pengiriman ayamnya. "Agar tak lemas, selama perjalanan, ayam diberikan buah untuk mencengah dehidrasi," katanya.

Harga ayam ini cukup tinggi, sekitar Rp 150.000 - Rp 200.000 per pasang untuk anakan berumur sebulan dan Rp 1,2 juta-Rp 1,5 juta per pasang untuk ayam dewasa. Dalam sebulan, Saiful mengaku dapat menjual sekitar 10 ekor.  

Muhammad Akbar, peternak asal Palembang mengatakan peminat ayam pelung cukup tinggi di Sumatra. Pasalnya, di sana sering diselenggarakan kontes ayam hias.

Sama dengan sebelumnya, laki-laki yang lebih akrab disapa Akbar ini mengambil sepasang indukan langsung dari Cianjur untuk mendapatkan keturunan yang berkualitas wahid. "Kualitas anakan sangat bergantung dengan kondisi dan kualitas indukannya. Kalau indukan kokoknya bagus maka anakannya pun juga mempunyai suara yang nyaring," jelasnya.

Sampai sekarang, dia mempunyai tiga indukan jantan dan sembilan betina. Sedangkan, untuk anakannya tersedia 15 ekor yang siap dijual. Untuk harganya dipatok sekitar Rp 380.000 perpasang untuk anakan dan Rp 2 juta sampai 3 juta per ekor untuk dewasa.

Dia mengaku dalam seminggu dapat menjual sekitar empat sampai lima pasang. Sayang, Akbar enggan mengatakan porsi keuntungan yang dikantonginya.                         


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0708 || diagnostic_web = 0.4671

Close [X]
×