kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menyelami dunia bartender dan seni meracik minuman


Minggu, 03 Juni 2018 / 13:05 WIB

Menyelami dunia bartender dan seni meracik minuman


KONTAN.CO.ID - Ada tangan terampil dibalik kenikmatan segelas cocktail atau mocktail. Bagi seorang bartender, keahlian meracik berbagai jenis minuman ini jadi pertaruhannya. Di belakang meja bar, posisi bartender layaknya seorang chef yang lihai meracik dan memadu-padankan berbagai bahan dan bumbu makanan.

Di Indonesia, kehadiran  bartender sudah tak asing lagi. Para peracik minuman ini mulai bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali dan kota lainnya. Bahkan, belakangan kompetisi bartender kian semarak.

Para bartender berrlomba-lomba untuk menyajikan minuman dengan citarasa unik dan khas. Lainnya, tak sedikit dari mereka yang diminta menunjukkan keahlian junggling alias seni melempar botol.

Kadek Ayu Suarniti, bartender profesional asal Denpasar, Bali menilai dunia bartending didalam negeri kian dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan, bartending seperti fesyen yang harus memperhatikan sikap saat meracik dan menyajikan minuman.

Perempuan 23 tahun ini mulai mendalami dunia bartending usai lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketertarikan Kadek  berawal dari ajakan seorang teman untuk melihat dan berkenalan dengan seorang bartender di Bali.

Lantas, Kadek pun belajar secara otodidak. Ia butuh waktu 2-3 tahun hingga menjadi mahir, termasuk melakukan junggling. "Untuk menjadi profesional, saya masih belajar sampai hari ini," katanya.

Sama seperti dunia mode, saban tahun selalu muncul tren minuman dan teknik baru. Tahun ini, Tiki Cocktail, coktail klasik asal Kuba yang sedang naik daun di sejumlah bar di Bali dan kota-kota lainnya.  

Meski terbiasa meracik minuman, perempuan berambut panjang ini butuh waktu sekitar satu sampai dua bulan untuk menguasai teknik dan  meracik cocktail ini dengan pas. Media sosial, artikel atau ulasan bartender dari Amerika menjadi kiblatnya mencari ide baru.

Keahlian Kadek tak hanya dipertunjukkan di bar tempatnya bekerja, tapi juga berbagai event. Dalam seminggu, ada dua sampai tiga acara yang dia ikuti.

Rata-rata aksinya  adalah membuat minuman dengan junggling. Satu kali pertunjukan berdurasi hanya 5 menit. Fee yang Kadek terima tiap pertunjukan berkisar Rp 400.000 sampai Rp 500.000.  


Reporter: Maizal Walfajri, Nur Pehatul Janna, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.



Close [X]
×