kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Menyeruput laba dari bisnis minuman kopi


Senin, 26 Agustus 2013 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Minuman kopi punya banyak penggemar. Tak hanya terbatas orang dewasa, kini kalangan remaja pun gemar menyeruput kopi. Apalagi, kini pebisnis kuliner berkreasi menyajikan aneka rasa minuman kopi.

Salah satu yang melirik peluang bisnis ini adalah Ninu. Ia merintis usaha Saung Java Coffe di Jakarta Pusat sejak akhir 2010. Dengan gerai berbentuk booth ia menawarkan 11 rasa kopi, mulai dari capuccino, luwak hingga  kopi black forest.

Selain itu, ada pula belasan varian minuman cokelat, green tea dan bubble.  Aneka minuman itu dibanderol seharga mulai Rp 5.000 hingga Rp 8.000 per cup, tergantung ukuran gelas.

Ninu yakin, usaha ini banyak peminat. Menurutnya, meski banyak kompetitor, namun setiap brand punya karakteristik masing-masing. "Rasa yang kami tawarkan berbeda. Serbuk minuman yang kami racik semuanya berasal dari bahan-bahan asli, bukan perasa buatan. Kopi, krimer dan gula semuanya asli," klaimnya.

Lantaran banyak peminat, Ninu membuka tawaran kemitraan sejak pertengahan 2011. Sekarang, sudah ada 20 gerai yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, Medan, hingga Aceh. Satu gerai milik pusat, sisanya kepunyaan mitra.

Tertarik menjajal usaha ini? Ada tiga paket usaha, yaitu tipe booth knock down seharga Rp 4 juta. Lalu, tipe booth neon box dengan investasi Rp 7 juta, dan tipe booth berbentuk cangkir senilai Rp 9 juta. Selain booth, mitra berhak mendapatkan blender, x-banner, brosur, SOP, dan bahan baku awal.

Saban bulan, mitra diperkirakan bisa meraup omzet minimal Rp 1,5 juta. Dengan laba bersih mencapai 40%, mitra ditargetkan bisa balik modal sekitar tiga hingga enam bulan.

Pihak pusat tidak mengutip biaya royalti, namun mitra wajib membeli bahan baku berupa bubuk dari pusat.

Supaya bisnisnya lebih berkembang, Ninu rajin menambah varian rasa, serta gencar promosi lewat Facebook. Ia berambisi menambah lima gerai baru hingga penghujung tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×