kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN95,28 0,00%
  • EMAS663.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Menyisir bisnis pomade sampai kelimis

Minggu, 02 Desember 2018 / 06:45 WIB

Menyisir bisnis pomade sampai kelimis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren peduli akan penampilan tidak melulu menyoal para wanita. Kaum adam masa kini juga kerap memperhatikan penampilannya, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kondisi inilah yang mendorong suburnya bisnis pangkas rambut kekinian alias barbershop.

Namun, tak berhenti di barbershop, kepedulian para pria terhadap gaya menata rambut juga melahirkan bisnis pomade. Kini, merek pomade lokal pun mulai unjuk gigi. Terlihat dari maraknya produsen pomade lokal.

Ahmad Sapaat, pemilik King Pomade asal Garut, Jawa Barat menilai bahwa bisnis pomade lokal kian agresif dalam tiga tahun terakhir. Merunut pada hasil risetnya, ada lebih dari 500 produsen pomade di Indonesia.

Sebagian besar dari produsen pomade lokal ini masih berskala home industri. Namun, ada pula perusahaan besar yang tak ketinggalan memproduksi pomade. "Ini artinya pasar pomade di Indonesia masih bagus dan belum akan surut," terang Ahmad pada KONTAN.

Sebagai salah satu pemain lama, Ahmad mengakui, produk King Pomade sudah diterima pasar seluruh nusantara. Bahkan, dia mengirim King Pomade ke Malaysia dan Italia. Total penjualannya pun mencapai ribuan kaleng saban bulannya.

Ahmad menjual King Pomade seharga mulai dari Rp 35.000-Rp 80.000 per kaleng. Tersedia dua varian pomade, yakni water base dan oil base dengan aneka aroma permen dan buah-buahan.

Dalam produksi, Ahmad menjalin kerjasama dengan pabrik yang berada di Jakarta. Dia menggunakan bahan baku pomade, hampir 90%-nya berasal dari luar negeri.  Dia pun menjalin kerjasama dengan pemasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku.

Kini, kendala usaha yang Ahmad hadapi adalah soal pembajakan. "Produk saya banyak dibajak di Malaysia sampai sekarang masih beredar barang palsunya," ceritanya. Sebelumnya, pembajakan produk ini juga ditemuinya di pasar lokal, meski belakangan sudah mulai menghilang.

Untuk menandai produk original, Ahmad menggunakan stiker hologram yang khas sehingga dapat dibedakan dari kemasan. Selain itu, aroma King Pomade yang khas juga sulit ditiru.  


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0501 || diagnostic_web = 0.3670

Close [X]
×