kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Menyuil manisnya bisnis pastri kekinian


Sabtu, 07 Desember 2019 / 14:10 WIB
Menyuil manisnya bisnis pastri kekinian

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Layaknya bisnis kuliner, usaha kue kering atau pastri tidak ada matinya. Maklum, camilan ini kerap menjadi sajian saat ada tamu datang atau ada acara tertentu. Makanan ini bisa berfungsi sebagai salah satu sajian ringan di rumah atau kantor. 

Kondisi ini membuat bisnis camilan tetap tetap tumbuh hingga kini. Dan biasanya para pemain sudah mengkhususkan diri dalam menyajikan produk kue dan pastri tersebut. Seperti Butterpods yang dirintis Zaraparadiptha yang mengkhususkan diri membuat kue kering lapis laiknya egg tart dengan isian custard yang lembut. 

Perempuan ini baru mulai berbisnis kue yang masuk kategori kekinian tersebut pada 2018. Kebetulan, dirinya sudah mengenyam pendidikan bidang pastri. Adapun bahan baku kue racikannya di klaim dari bahan baku berkualitas. "Semua pastri hand made dan ada isian nanas, apel serta keju," katanya kepada KONTAN.

Adapun proses produksi berada di rumahnya sendiri yang ada di Tomang, Jakarta Barat. Dengan membidik pasar milenial, ia membanderol Butterpods dengan harga satuan Rp 14.000 atau Rp 70.000 per paket berisi lima potong kue.

Oh iya, sampai saat ini, penjualan Butterpods  masih berdasarkan pesanan alias pre order lewat media sosial Instagram serta kontak Whatsapp saja. Hasilnya, saban minggu Butterpods bisa menerima 20 kotak sampai 30 kotak. Sedangkan jangkauan pasar untuk sementara masih di seputar Jakarta saja, karena produk racikannya tidak tahan lama.

Supaya tetap dilirik konsumen, Zaraparadiptha kerap melakukan inovasi produk. Misalnya ada produk yang in langsung dibuat, seperti rasa pandan. 

Pemain lainnya adalah Gabriella Janice dengan label Pastriella. Jangan salah, sebelum terjun di bisnis kue kekinian ini, Gabriella adalah seorang desain interior yang punya hobi membuat kue. Lantaran desakan dari teman-temannya, ia pun memberanikan diri untuk membuka usaha pembuatan kue pastri mulai 2016. 

Ada dua produk pastri buatannya. Pertama sorf cookies bernama chewie loui dan kue kering berlabel cruncy munchies.Bahan-bahan juga diklaim berkualitas dan tanpa pengawet. 

Untuk mendapatkan chewie loui, konsumen harus memesan terlebih dahulu. Kalau stok cruncy munchies sudah tersedia. 

Harganya, untuk  crunchy munchies berkisar Rp 100.000 sampai Rp 200.000 per toples. Sedangkan chewie louie satu kepingnya dihargai Rp 39.000 dan satu kotak berisi 5 keping Rp 185.000. Dalam sebulan ada ratusan pesanan yang masuk di Pastriella.

Penjualan Pastriella juga masih mengandalkan pemasaran secara digital lewat Instagram. Selain itu juga kerap mengikuti pameran.  "Banyak pesanan dari luar kota dan ada juga yang dibawa ke luar negeri. Dan hasil antara penjualan online dan pameran seimbang," tuturnya.

Menjelang akhir tahun, kedua produsen kue tersebut juga sudah mulai mengeluarkan edisi Natal.                      




TERBARU

Close [X]
×