kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.964
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS614.076 -0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menyusuri kenikmatan kedai kopi lokal

Sabtu, 07 April 2018 / 12:05 WIB

Menyusuri kenikmatan kedai kopi lokal

KONTAN.CO.ID - Menikmati kopi bersama teman-teman di gerai kopi di mal sudah menjadi hal biasa.  Namun, belakangan ini, kedai-kedai kecil yang berada ditengah-tengah pemukiman warga, tidak jauh dari lokasi tanam kopi mulai menjamur. Nuansa kesederhanaan dan kebersamaan lebih terasa, sehingga rasa segelas kopi pun makin nikmat.

Tidak hanya itu, para pemiliknya pun mulai menciptakan merek untuk kopi miliknya. Tujuannya, untuk mempermudah pengenalan produk serta meningkatkan nilai ekonomi dari komoditas ini.

Seperti Danang Aji, yang melabel kopi asal Temanggung dengan nama Suwondo Coffee. Meski tidak mempunyai kedai, tapi rumahnya selalu terbuka untuk dijadikan tempat menyeduh kopi.

Tamunya pun tidak hanya warga sekitar dan luar kota saja, tapi dia banyak menerima tamu mancanegara seperti dari Spanyol, Inggirs, Belgia, Jerman, dan Turki. Biasanya, sambil menikmati kopi, para tamu asing itu tidak hanya menjajal rasa kopi jawa tapi juga saling bertukar info tentang cara pemprosesan dan lainnya. "Mereka bisa menggunakan cara sendiri dan kami akan menyajikan dengan cara kami atau dikombinasikan untuk mencari rasa kopi yang original," katanya pada KONTAN, Selasa (27/3).

Asal tahu saja, kopi Suwondo memiliki rasa yang unik karena muncul rasa kayu manis didalamnya. Maklum saja, di lokasi kebun kopinya, tanaman banyak dinaungi tanaman kayu manis.

Bapak tiga anak ini menjual 16 jenis kopi. Masing-masing jenis punya  karakter yang berbeda-beda, karena kopi tersebut diambil dari lokasi yang berbeda.  

Ia menjual kopinya mulai Rp 50.000 per 100 gram untuk arabika kualitas premium, dengan pengolahan natural. Dalam sebulan, Suwondo   menyiapkan sekitar dua kuintal biji kopi premium natural untuk memenuhi seluruh permintaan pasar.

Erwin Wiharna, petani kopi sekaligus pemilik merek kopi bakar SariBhumi menilai adanya merek ini mengerek harga jual kopi ke konsumen. Selain itu, mereka juga dapat menjadi identitas asal biji kopi.
Berbeda dengan Suwondo, Erwin memilih membuka kedai kopinya jauh dari lokasi kebun kopiu miliknya. Tujuannya, agar mudah diakses oleh konsumen.

Sekedar info, biji kopi yang dihasilkannya merupakan kualitas premium dengan sifat natural, full wash dan semi wash. Untuk harganya dipatok mulai dari Rp 40.000 sampai Rp 70.000 per 100 gram untuk jenis arabika dan Rp 35.000 per 100 gram untuk robusta.

Dalam sebulan kebutuhan biji kopinya sekitar 1,5 kuintal. Selain menggunakan hasil panen kebun kopi pribadinya, dia juga bermitra dengan petani lainnya.

Banyak pejabat daerah yang mampir ke kedainya untuk merasakan kopi asal Sukabumi, Jawa Barat. Lainnya, mereka juga dapat saling sharing pengetahuan tentang kopi.        


Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

KOPI INDONESIA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×