kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Meracik cuan kreasi menu mi instan kekinian


Minggu, 23 September 2018 / 07:55 WIB
Meracik cuan kreasi menu mi instan kekinian

Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Menu kreasi mie instan rupanya tak pernah membosankan. Di sejumlah gerai, terlihat konsumen masih saja ramai menikmati sajian mi yang akrab di lidah masyarakat Indonesia.  

Alhasil, bisnis ini masih terus berkembang. Bhakti Desta Alamsyah mengendus gurih cuan gerai mi ini dan mendirikan Warunk Gaulau pada 2013 di Bandung. Kini, dia sudah membuka dua gerai mitra di Bogor dan Samarinda. "Kami juga akan membuka satu gerai milik mitra di Bandung," katanya.

Seperti gerai kreasi mi instan lainnya, Warunk Galau menyasar kaum muda. Suasana kekinian yang instagramable pun membalut interiornya.

Di sini, Bhakti menyiapkan lebih dari 15 menu kreasi mi instan. Seperti, kecantol omellet, spicy mayo dan wings kalang kabut. Harga per porsi mulai Rp 5.000-Rp 20.000.  

Bhakti bilang, kelebihan gerainya adalah inovasi metu yang rutin ia lakukan. Tujuannya, supaya konsumen tak mudah bosan.  

Warunk Gaulau menawarkan tiga tipe kemitraan. Tipe ini merujuk pada luas lokasi gerai. Pertama, tipe 50 dengan investasi Rp 250 juta. Fasilitasnya, seluruh perlengkapan dapur dan resto, bahan baku, pelatihan dan branding. Kedua, tipe 100 dengan investasi Rp 300 juta. Ketiga, tipe 150 dengan investasi Rp 350 juta.
Fasilitas yang didapatkan oleh mitra untuk setiap tipe sama. Pembedanya, hanya jumlah peralatan dan perlengkapan, dengan menyesuaikan luas gerai. Khusus tipe ketiga, mitra juga wajib menyiapkan delapan karyawan.

Untuk memudahkan mitra, perusahaan menerapkan sistem full operation dengan mengenakan biaya manajemen sekitar 5% dari omzet per bulan. Untuk menjaga kualitas produk, mitra juga wajib mengambil bahan baku dari pusat.

Berdasarkan perhitungan Bhakti, waktu balik modal yang dibutuhkan mitra sekitar satu tahun. Dengan catatan, total pendapatan saban bulannya bisa mencapai Rp 120 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang bisa dikantongi mitra sekitar 30% dari omzet per bulan.

Sepanjang tahun ini, Bhakti  memasang target pembukaan minimal dua gerai mitra saban bulannya. Untuk mengejar target tersebut, dia getol melakukan promosi melalui media internet.

Djoko Kurniawan, Konsultan Usaha menilai, potensi usaha gerai mi instan kekinian ini masih ada, asal pengelolaannya benar-benar serius. Untuk dapat menarik perhatian mitra, manajemen harus menonjolkan analisa bisnis yang masuk akal dan terbukti menguntungkan. Sedangkan, untuk menjaring konsumen kelas ini diperlukan promo yang menarik dan membuat aktivitas di outlet yang menarik perhatian  pasar yang diincar.      

Warunk Gaulau
Jl Pandan Wangi No. 33
Kp. Ciendog, Kab. Bandung
HP. 08122488881



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×