CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Meraup untung dari hasil ramu pada kembangkan produk rempah-rempah


Sabtu, 10 April 2021 / 07:50 WIB
Meraup untung dari hasil ramu pada kembangkan produk rempah-rempah


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Putik menuturkan, salah satu misi yang dibawa ramu padu adalah pemberdayaan petani. Sebab itu, pihaknya mulai mengembangkan kemitraan dengan dua kelompok petani yang terdapat di lereng merapi dan gunung kidul Yogyakarta untuk menjadi pemasok bahan baku ramu padu nusantara.

"Salah satu yang ingin dibawa ramu padu adalah equal partnership, hubungan yang saling menguntungkan dengan mitra," ujar Putik.

Pihaknya mengajarkan tata kelola pertanian, mendorong teman - teman petani untuk menerapkan sustanaible agriculture. Hal ini untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Ia mengatakan, awalnya menjadi sebuah tantangan dalam memberikan pemahaman terkait hal tersebut kepada kelompok petani di lereng merapi. Namun, secara perlahan, kelompok petani mulai percaya dan hasil pertanian terlihat signifikan.

Baca Juga: Mencicipi Sedapnya Laba Usaha Bumbu Siap Pakai di Masa Pandemi

"Basically, perkembangannya dari yang sebelumnya berkebun menghasilkan 15 Kg setahun. Kemudian berubah satu bulan produktifitas-nya bisa sampai 4 Kg - 5 Kg dalam 3 bulan ini. Mereka dalam 3 bulan ini sudah menghasilkan 15 Kg sama seperti tahun lalu, dengan lahan yang sama," ujar Putik.

Selain itu, Ramu padu juga merangkul kelompok petani di gunung kidul untuk menjadi mitra ramu padu nusantara. Putik mengakui, tantangan yang dihadapinya adalah kembali meyakinkan generasi muda untuk kembali bertani.

"Bersama petani kita coba mengembangkan produk - produk ini menjadi produk yang kualitasnya bagus dan menerapkan model sustanaible agriculture karena sustanaible agriculture itu lebih murah, efisien. Kami sudah bisa masuk ke pasaran dan kami sedang bersiap untuk scaling up," tutur Putik.

Selanjutnya: Tahun ini, penjualan jamu dan produk herbal diproyeksi tumbuh 5%

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental THE FUTURE OF SELLING

[X]
×