kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45996,76   -4,98   -0.50%
  • EMAS979.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Merdeka Finansial Bersama Pina


Sabtu, 23 Juli 2022 / 09:00 WIB
Merdeka Finansial Bersama Pina


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. 

Merdeka Finansial Bersama Pina

Di tengah berbagai rentetan isu tidak sedap yang menghampiri startup, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK), masih ada usaha rintisan yang mendapat injeksi modal. Sebut saja, Pina. Ini adalah startup lokal yang mengkhususkan diri pada layanan manajemen keuangan pribadi.

Belum lama ini, Pina mendapat suntikan modal jenis pendanaan awal atau seed funding. Pendanaan tersebut dipimpin oleh AC Ventures, Vibe.VC, dan Y Combinator. Investor terdahulu, seperti 1982 Ventures dan Prasetia Dwidharma, juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan terbaru.

Daniel van Leeuven, Co-Founder dan Chief Executive Officer, mengatakan, pendanaan tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan meningkatkan pertumbuhan jumlah pengguna.

Pengembangan produk akan Pina fokuskan pada penguatan rangkaian produk terintegrasi. Misalnya, dengan memperluas fitur konsultasi dan investasi. Kemudian, memberikan layanan untuk pembinaan karier serta perencana keuangan bersertifikat.

Daniel berharap, rencana melengkapi fitur layanan Pina tersebut bisa membantu para pengguna untuk mencapai kemandirian finansial. Yakni, dengan menyediakan produk dan rekomendasi yang membuat keputusan keuangan yang rumit menjadi sederhana dan relevan.

"Kami juga ingin memberdayakan orang untuk berinvestasi dan mengelola uang mereka dengan lebih cerdas melalui saran ahli dan alat investasi serta pengelolaan uang online yang kuat," ungkap Daniel kepada KONTAN, Jumat (15/7).

Hingga saat ini, Pina telah memiliki lebih dari 25.000 pengguna, dan lebih dari US$ 4,1 juta asset under management (AUM). Dari awal tahun hingga saat ini, Daniel mengeklaim, jumlah dana kelolaan Pina sudah tumbuh berlipat-lipat tanpa menyebutkan angka persisnya.

Meski begitu, Daniel mengatakan, Pina belum berencana ekspansi, dan masih fokus mengembangkan bisnis di Tanah Air.

Yang pasti, Pina menawarkan solusi penyedia saran dan manajemen keuangan holistik jauh lebih murah dibandingkan dengan layanan manajemen asset keuangan lainnya.

Sebab, dengan Pina, pengguna tidak akan dikenakan biaya tinggi dan minimum akun. Akses ke perangkat dan penasihat pengelolaan aset di aplikasi Pina juga tidak dipungut biaya, dan hanya akan membebankan biaya pada saat pelanggan melakukan investasi di dalam platform tersebut.

Menurut Daniel, kemudahan ini Pina berikan karena biasanya layanan manajemen aset keuangan dan sejenis menetapkan biaya yang tinggi dan biaya minimum. Hal ini membuat sebagian besar masyarakat Indonesia tidak dapat menjangkau layanan keuangan tersebut.

Selain itu, Daniel mengharapkan, dengan menggunakan platform Pina, maka akan semakin banyak orang yang merdeka finansial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×