kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Merdunya alunan gamelan dari Wirun (1)


Selasa, 24 Februari 2015 / 14:25 WIB
ILUSTRASI. Hasil Klasemen Sementara MPL ID S12 Babak Reguler Minggu Ke-6


Reporter: Rani Nossar | Editor: Havid Vebri

Gamelan merupakan alat musik tradisional khas Jawa. Hingga saat ini gamelan tetap berhatan kendati zaman kian maju. alat musik ini tetap bertahan. Bahkan, popularitas gamelan juga sampai ke mancanegara.

Lantaran masih banyak peminatnya, permintaan alat musik gamelan masih tinggi di pasaran. Itu juga yang membuat aktivitas produksi gamelan tetap bertahan sampai sekarang.

Salah satunya di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Di desa ini ada 10 industri rumahan yang melibatkan lebih dari 40 perajin gamelan. Jaraknya dari pusat pemerintahan Kota Solo sekitar 10 kilometer. Dari Solo bisa menggunakan bus kota jurusan Solo-Bekonang.

Sebagai pusat produksi gamelan, desa ini selalu ramai pengunjung. Bahkan, banyak turis pencinta budaya juga kerap mampir ke sini. Saat KONTAN menyambangi desa ini, aktivitas pembuatan gamelan sangat sibuk. Suara tempaan tembaga salang bersahutan.

Joko Darmono, pemilik Sumber Gongso Gamelan mengatakan, sentra gamelan di Desa Wirun sudah eksis sejak 1960-an. Joko sendiri generasi kedua dalam usaha pembuatan gamelan ini. Ia belajar membuat gamelan dari sang ayah. Di tahun 1990, Joko resmi mengambil alih bisnis keluarganya itu.

Menurut Joko, Desa Wirun terkenal dengan banyaknya pemain gamelan profesional. Setiap ada upacara kesenian, banyak warga desa ini mendapat panggilan pentas.
Seiring berjalannya waktu, mulai bermunculan perajin pembuat gamelan. Mererka membuat gamelan dari tembaga dan timah.

Untuk membuat seperangkat gamelan Jawa lengkap dengan 26 instrumen butuh waktu lima bulan. Joko bilang, produksi gamelan kecil dengan diameter 30 sentimeter (cm) selesai dua sampai tiga buah sehari. Sedangkan gong berdiameter 95 cm selesai tiga hari.

Satu set seperangkat gamelan standar dihargai Rp 300 juta. Sedangkan gamelan super dihargai Rp 400 juta–500 juta. Gamelan super ini terbuat dari campuran emas. Jika membeli satuan, harganya bervariasi. Misalnya gong berdiameter 95 cm dihargai Rp 12 juta per alat, sementara yang kecil dengan diameter 30 cm Rp 300.000.

Selain pembuatan gamelan, Sumber Gongso juga melayani servis gamelan dengan biaya Rp 5 juta per set. Biasanya sebulan laku 10 unit-15 unit gamelan, dengan omzet lebih dari Rp 150 juta.

Perajin lainnya adalah Saroyo, pemilik Palu Gongso. Ia sudah membuat gamelan sejak usia 24 tahun. Sejak remaja, ia sudah menjadi pemain gamelan dan sempat bekerja dengan orang untuk membuat gamelan. Di tahun 1995, ia resmi membuka usaha sendiri, Palu Gongso.

Saroyo dibantu 12 orang karyawan, dengan kapasitas produksi 30 alat per bulan. Produknya dihargai di kisaran Rp 350.000–Rp 12 juta per alat. Dalam sebulan, ia bisa mengantongi omzet Rp 200 juta.        

(Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×