kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Meski ukuran mini, labanya tetap maksi (1)


Rabu, 11 September 2013 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Jaksa Agung ST Burhanuddin memberikan keterangan saat penetapan tersangka mafia minyak goreng di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (19/4/2022). ANTARA FOTO/HO/Puspen Kejagung/wpa/nym.


Reporter: Revi Yohana, Noor Muhammad Falih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Banyak orang tentu sudah mengenal buah kedondong. Maklumlah, sejak lama buah yang rasanya asam ini diolah menjadi aneka panganan, seperti rujak, manisan dan asinan.

Tak heran, tanaman buah yang tergolong dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae) ini populer di Indonesia. Sebagai tanaman tropis, kedondong juga banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.  

Seperti buah lainnya, kedondong juga memiliki banyak varian. Salah satunya adalah kedondong bangkok yang merupakan varietas unggul tanaman kedondong. Buah kedondong bangkok memiliki daging lebih tebal dan bijinya tidak berserat. Sementara ukuran buahnya lebih kecil dari kedondong biasa.

Kedondong jenis ini cocok juga ditanam di pot sebagai tanaman hias. "Biji buah kedondong bengkok tidak berserat sehingga lebih dipilih untuk bahan makanan," kata Tulen Solahuddin, pengelola usaha Pohon Buah Nursery asal Bogor, Jawa Barat.

Tulen membudidayakan kedondong bangkok selama dua tahun terakhir di atas lahan seluas 7.000 meter persegi (m²). Meski buah kedondong bangkok banyak peminatnya, Tulen lebih memilih fokus menjual bibit.  Menurutnya, permintaan bibit kedondong bangkok juga tinggi di pasaran. "Kebanyakan buat tanaman hias" katanya.

Jika ditanam di pot dan rajin dipangkas, kedondong bangkok tidak tumbuh terlalu tinggi seperti tanaman kedondong pada umumnya.

Selain buahnya punya banyak kelebihan, kedondong bangkok juga menarik dijadikan tanaman hias karena bentuk daun dan batangnya lebih lebar, sehingga terkesan lebih unik.

Tulen memasarkan bibit kedondong bangkok dengan ketinggian 60 centimeter (cm). Harganya dibanderol Rp 50.000 per batang. Dalam sebulan, ia bisa menjual sebanyak 200 - 300 bibit kedondong bangkok, dengan omzet mencapai Rp 10 juta - Rp 15 juta. Konsumennya tersebar mulai dari Surabaya, Banda Aceh, dan Kalimantan.

Pembudidaya lainnya adalah Edy Sumulur, pemilik PT Pusaka Alam Lestari asal Pasuruan, Jawa Timur. Sama dengan Tulen, ia juga fokus menjual bibit. Menurutnya, kedondong bangkok tergolong tanaman hias. Makanya, kata dia, potensi bisnis kedondong bangkok bukan berasal dari buahnya. "Tapi  dari bibit pohonnya," ujarnya.

Menurutnya, kedondong ini cocok dijadikan tanaman hias karena ukuran buahnya kecil. Menariknya lagi, tanaman ini bisa berbuah sepanjang tahun. “Tanaman mulai berbuah saat berumur enam bulan,” ucapnya.

Ia menjual bibit kedondong seharga Rp 75.000 - Rp 100.000 per batang. Omzetnya dalam sebulan mencapai Rp 20 juta. (Bersambung)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×