Reporter: TribunNews | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum Ramadan dinilai membuka peluang bisnis di sektor layanan kesehatan dan gizi, khususnya pengelolaan berat badan.
Perubahan jam dan pola makan selama bulan puasa mendorong meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih terkontrol dan berkelanjutan.
Manajer Program Gizi di LIGHThouse Clinic, Veronica, menilai puasa memberi jeda alami dalam aktivitas makan yang secara tidak langsung memudahkan pengaturan porsi dan jenis makanan.
Menurut dia, penurunan berat badan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui defisit kalori yang konsisten.
Baca Juga: Momentum Ramadan, DPR Minta Pemerintah Jaga Inflasi, Stabilitas Harga & Daya Beli
“Berat badan turun bukan karena puasa satu hari, tetapi defisit kalori yang dijaga terus-menerus. Ramadan memberi struktur waktu makan yang lebih mudah dikendalikan,” ujar Veronica, Jumat (20/2/2026).
Sejalan dengan itu, World Health Organization (WHO) juga menempatkan Ramadan sebagai periode yang relevan untuk membangun pola konsumsi sehat dan gizi seimbang, meskipun terjadi perubahan waktu makan.
Pola makan yang tepat dinilai berperan menjaga energi, mencegah gangguan pencernaan, serta membantu stabilitas berat badan.
Veronica menambahkan, tantangan utama justru muncul saat berbuka puasa dan menjelang Lebaran, ketika konsumsi gula, lemak, dan makanan berkalori tinggi cenderung meningkat.
Baca Juga: 18 Cara Diet Cepat Tanpa Olahraga agar Turun Berat Badan, Mau Coba?
Karena itu, disiplin dalam memilih menu sahur dan berbuka menjadi faktor kunci agar perubahan pola makan dapat bertahan dalam jangka panjang.
Sebagai ilustrasi tren tersebut, LIGHThouse Clinic menggelar LIGHTweight Challenge (LWC) 2025, sebuah kompetisi penurunan berat badan yang telah berjalan sejak 2014.
Program yang berlangsung selama 12 minggu sejak Oktober 2025 itu mencatat penurunan berat badan peserta pemenang di kisaran 18–23 persen dari bobot awal.
Baca Juga: 18 Cara Diet agar Berat Badan Turun Cepat Tanpa Olahraga, Mau Coba?
Veronica menegaskan, Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga peluang membangun kebiasaan makan yang lebih terstruktur. “Dengan pendekatan yang konsisten, puasa bisa menjadi pintu masuk perubahan gaya hidup sehat jangka panjang,” ujarnya.
Sumber: https://www.tribunnews.com/ramadan/7794274/ramadan-jadi-momentum-membangun-pola-makan-lebih-terkontrol.
Selanjutnya: Jadwal Magrib Ternate Hari Ini Sabtu 21 Februari 2026, Waktunya Berbuka
Menarik Dibaca: Menu Buka Puasa Keluarga: Resep Nasi Kebuli Ayam Rice Cooker, Wajib Coba
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)