Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.578
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS656.000 -0,46%

Motif etnik tenun NTT buat banyak orang melirik

Sabtu, 17 November 2018 / 07:45 WIB

Motif etnik tenun NTT buat banyak orang melirik

KONTAN.CO.ID - Kini, tak hanya para penggemar kain tradisional yang ingin menggunakan kain bermotif tenun NTT. Sebagian besar masyarakat Indonesia juga mulai gemar menggunakannya.

Ignasio Hapu, pemilik Gading Haumara Gallery pun mengamininya. "Terutama yang motif Sumba, makin banyak yang mencarinya," ujarnya.  

Tren tenun mulai menggeliat dan dikenal masyarakat lebih luas sejak dua tahun lalu. Seiring dengan penobatan batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO, kain tenun NTT pun terangkat pamornya.  

Kain tenun asli NTT punya berbagai motif seperti motif Sumba, motif Timor, motif Rote dan motif Flores. Ignasio bilang, harga kain tenun aneka motif tersebut cukup tinggi, yakni Rp 1,2 juta hingga Rp 15 juta per lembar. Bahkan, kain koleksi khusus yang dibuat dengan benang hasil pintalan para perajin sendiri dan pewarna alami dibanderol sampai Rp 75 juta per lembar.  

Harga tinggi itu memang sepadan dengan proses pembuatannya. "Semua tenun NTT dibuat dengan cara manual, satu kain butuh waktu 8 bulan sampai setahun," ungkap Ignasio. Ia bilang kebanyakan pelanggan kain khusus tersebut berasal dari kalangan kolektor.

Ignasio juga mengungkapkan jika para pelanggannya kini mulai banyak yang mencari pakaian tenun jadi. Maksudnya, bukan berupa kain lagi yang dicari oleh pelanggan, namun dalam bentuk pakaian jadi. Alasannya, belum tentu semua penjahit bisa pas menjahit kain tenun NTT.

Tren motif kain tenun NTT yang tengah naik daun juga diakui oleh Sema Chintyadeni, pemilik Ethnic Mine asal Bekasi, Jawa Barat. Sejak tiga tahun terakhir, ia mengeluarkan seri produk dengan motif tenun NTT dan selalu laris. "Ethnic Mine ini berdiri sejak tahun 2012. Awalnya saya nggak main di motif tenun NTT, lebih ke motif tribal yang dulu sempat tren juga. Tapi sejak tiga tahun ini, banyak konsumen tanya soal motif tenun NTT. Jadi sekarang fokus garap motif NTT," jelas Sema.

Berbeda dengan Ignasio yang menjual kain tenun asli NTT, Ethnic Mine menawarkan pakaian jadi khusus wanita, seperti blus dan outer dengan berbagai motif etnik. Motif tenun NTT adalah produk paling banyak dicari selain motif shibori. Harga aneka produk Ethnik Mine dibanderol mulai Rp 170.000 per buah.

"Sejak tahun lalu, permintaan motif tenun NTT ini makin banyak. Naik sih, sekitar 50%. Makin ke sini, banyak orang yang makin suka dengan motif NTT. Bahkan ada beberapa kantor yang pesan blus motif tenun NTT untuk seragam mereka," tuturnya.

Sema mengaku dalam sebulan ia bisa menjual sampai ratusan buah blus maupun outer bermotif tenun NTT. Pelanggannya datang dari berbagai daerah, baik sekitar Jabodetabek, maupun kota lain, seperti Surabaya, Bandung, Yogya, Malang, Solo, Medan, Kalimantan, dan Lampung.                       


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0545 || diagnostic_web = 0.4077

Close [X]
×