Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Murah dan bergizi tinggi, ulat kandang jadi pakan alternatif

Kamis, 29 November 2018 / 23:40 WIB

Murah dan bergizi tinggi, ulat kandang jadi pakan alternatif
ILUSTRASI. Ulat Kandang

KONTAN.CO.ID - Jumlah penggemar burung kicau di tanah air makin meningkat. Hal ini ternyata  juga membawa peluang usaha bagi peternak hewan lain, yaitu peternak ulat kandang.

Selama ini, ulat kandang memang dikenal sebagai pakan burung kicau dan hewan ternak. Kebutuhan ulat kandang setahun belakangan meningkat cukup pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Permintaan ulat kandang memang makin banyak karena banyak peternak yang mulai pakai untuk pakan ternaknya. Dulu waktu awal budidaya, pelanggan saya hanya dari peternak burung kicau," ujar Umar Hamzah, peternak ulat kandang asal Malang, Jawa Timur.

Ia mengatakan bahwa saat ini para peternak lele maupun ayam sudah mulai beralih ke ulat kandang untuk memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Menurutnya. harga ulat kandang lebih murah dibanding harga pakan ternak yang diproduksi dari pabrik. Selain itu, kandungan protein ulat kandang juga tinggi.

Umar membanderol ulat kandang dengan harga beragam, mulai dari Rp 30.000 - Rp 40.000 per kilogram (kg). Harga tersebut tergantung seberapa banyak pelanggan membeli ulat kandang. Semakin banyak jumlah pembelian, maka harganya bisa semakin murah.

"Itu harga eceran, kalau yang beli pengepul pakan burung atau pakan ternak, biasanya saya jual Rp 25.000 per kg karena mereka pesan bisa sampai 10 kg. Nanti sama mereka dijual dengan harga dua kali lipat," kata Umar.

Dari beternak ulat kandang, Umar bisa mengantongi omzet hingga Rp 25 juta saban bulannya. Ia memasok para pengepul pakan ternak dari sekitar Malang, Blitar, Tulungagung, Surabaya, dan Kediri. Tahun ini, ia mengatakan, omzetnya meningkat 30% karena permintaan juga meningkat. "Sebenarnya tiap tahun pasti ada peningkatan, tapi tahun ini peningkatannya lumayan banyak dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 10% - 20%," kata Umar.

Permintaan ulat kandang yang makin banyak juga diakui oleh Dwi Pujianto, peternak ulat kandang asal kabupaten Tuban. Ia juga menjual bibit ulat-ulat yang siap jual tersebut kepada para pengepul ulat dengan harga antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogramnya. Kemudian para pengepul akan menjual lagi ke para peternak.

"Dalam sebulan satu wadah bibit ulat kandang bisa tiga kali panen. Rata-rata sekali panen beratnya sampai dua puluh kilogram ulat," katanya. Pujianto bilang permintaan bibit ulat kandang meningkat sampai 20% khusus tahun ini. Ia mengakui jika peminat ulat kandang makin banyak karena kebutuhannya juga makin banyak.           


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0500 || diagnostic_web = 0.3280

Close [X]
×