kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.608
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,33%

Omzet PKL Tanah Abang menipis akibat pembangunan skybridge

Sabtu, 03 November 2018 / 06:15 WIB

Omzet PKL Tanah Abang menipis akibat pembangunan skybridge



KONTAN.CO.ID - Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) alias skybridge di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat mengundang keresahan pedagang kaki lima (PKL) dan kios di sekitar Tanah Abang. Omzet mereka menurun sejak proyek skybridge tersebut berjalan.  

Masroni, pedagang aneka kaus kaki mengaku omzetnya merosot sampai 20% sejak ada proyek JPM. Ia terpaksa memindahkan lapaknya, setelah lokasi lama dibangun jembatan. Roni pun  berharap segera mendapat tempat jualan yang lebih layak.

Di lapak lamanya, rata-rata Roni bisa mengantongi omzet Rp 500.000 per hari. "Sejak pindah di sini, hanya dapat Rp 300.000-Rp 400.000 per hari," ujarnya.  

Berdasarkan pantauan KONTAN, akses masuk ke pintu utara stasiun Tanah Abang, tepatnya di sepanjang Jalan Jati Baru terlihat sesak. Puluhan PKL berjejer membuka lapak di atas jalur pejalan kaki atau trotoar. Lapaknya memakai satu dari tiga meter lebar trotoar.

Para pedagang terlihat menjajakan makanan, minuman, hijab, pakaian, masker hingga tas. Para pejalan kaki terpaksa harus berdesakan, saat melintas di trotoar tersebut. Beberapa pejalan kaki sesekali tampak berhenti sebentar untuk menawar aneka barang dagangan dan melakukan transaski pembelian.

Area trotoar di sepanjang Jalan Jati Baru tersebut akan makin sesak saat penumpang kereta keluar stasiun. "Jualan di sini nggak nyaman juga, sempit, banyak yang berdesakkan. Kadang juga harus mengalah dengan pedagang lain kalau lagi menata barang dagangan," ungkap Masroni.

Penurunan omzet juga dikeluhkan oleh Lilis, pedagang hijab dan busana Muslim. Sejak lapaknya dipindah akibat pembangunan skybridge, omzetnya turun hingga 30%. Bahkan, terkadang omzetnya habis hanya untuk membayar sewa dan 'uang preman'.

Asal tahu saja, biaya sewa lapak Lilis lumayan mahal. Ia harus membayar sewa Rp 2 juta per bulan. "Padahal kecil begini, kadang omzet cuma cukup buat bayar sewa. Mudah-mudahan kalau proyek sudah selesai, kami pindah, pendapatan bisa lebih baik," tandasnya.

Menurutnya, para pedagang yang berjualan di trotoar sepanjang Jalan Jati Baru merupakan pedagang yang sempat berpindah-pindah lantaran tidak mendapat tempat saat penertiban Tanah Abang pada Desember 2017 lalu. Mereka kembali berjualan di lokasi ini karena ramai dipadati para pengguna kereta api yang melintas.

Padahal di sekitar Jalan Jati Baru yang berada tepat di bawah skybridge masih penuh debu. Angkot, sepeda motor, dan mobil pribadi terlihat memadati jalan tersebut. Pagar berupa seng putih tampak membatasi jalan raya dan area trotoar. Tak jarang sejumlah pedagang nampak menempelkan barang dagangannya di pagar seng putih tersebut.      


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0685 || diagnostic_web = 0.5297

Close [X]
×