kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.450
  • EMAS665.000 -0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Panas dingin bisnis susu segar

Minggu, 26 Agustus 2018 / 15:05 WIB

Panas dingin bisnis susu segar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Susu segar termasuk dalam kategori minuman kesehatan yang mempunyai banyak khasiat baik untuk tubuh. Seperti, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kekuatan tulang, menjaga kesehatan gigi dan lainnya. Tidak heran, bila susu masih menjadi minuman wajib bagi kebanyakan orang.

Fenomena ini dianggap menjadi ladang usaha yang baik. Satu per satu gerai usaha susu segar pun mulai bermunculan, hingga menjamur seperti saat ini.  

Tentu saja, para pemilik gerai susu segar berhasil mengantongi pundi-pundi untung. Tak lupa, mereka juga melebarkan sayap usahanya. Yakni, dengan menawarkan kerjasama dengan sistem kemitraan.

Sesuai dugaan, pasar pun menyambut baik. Hal ini terlihat pertumbuhan jumlah gerai milik mitra dan lokasi persebarannya yang kian luas.

Namun, seiring dengan perjalanan usaha, tak sedikit pula mitra yang harus rela menutup usahanya. Ada berbagai faktor penyebabnya.  

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan sektor usaha ini, KONTAN akan mengulas tiga usaha kemitraan susu segar yaitu Eco Moo Susu, Poke Milk dan Fresh Milk.  

Eco Moo Susu

Usaha besutan Sukidi Proyowiyono dari Cijantung, Jakarta Timur ini terus menampakkan perkembangan yang signifikan. Pasalnya, jumlah gerainya kini sudah mencapai 63 unit.

Jumlah tersebut naik sekitar 100% dari total gerai pada tahun 2015. Dua tahun  yang berjumlah 31 unit. Asal tahu saja, usaha minuman ini menawarkan kerjasama kemitraan tidak lama setelah pembukaan gerai pertama.  

“Bulan ini kami baru membuka satu gerai baru di Cikarang. Total sudah ada 63 gerai di Jabodetabek," kata Sukidi pada Kontan, Jumat (24/8). Ia juga menyebutkan, gerai terjauh Eco Moo Susu ada di  Palu, Sulawesi Tengah.

Tahun ini, kemitraan susu segarnya menawarkan paket investasi yang lebih murah dari tahun lalu. Paket investasi yang disediakan sebelumnya senilai Rp 15 juta. Kini, ia tawarkan senilai Rp 13 juta.

Varian rasa susu segarnya pun sudah berkembang. Dari yang awalnya 20 varian rasa,  kini mencapai 30 varian. “Varian rasa yang paling digemari seperti cokelat dan vanila. Kami juga ada varian rasa baru, salah satunya taro,” ungkap Sukidi.  

Sedangkan, harga jual susu sapi masih sama berkisar Rp 8.000–Rp 10.000 per gelas. Sukidi bilang, dengan harga jual ini mitra paling besar bisa meraup omzet Rp 30 juta hingga Rp 45 juta dalam satu bulan. “Gerai di Jakarta dalam satu hari bisa meraih omzet Rp 1 juta–Rp 1,5 juta. Begitu pula sejumlah gerai yang ada di Jawa Tengah,” tambahnya.

Ia bilang, susu segarnya ini menyasar konsumen di segala usia. Hanya, ia mengakui, bisnis minuman ini cenderung naik turun. “Pendapatan mitra fluktuatif, karena masing-masing tergantung lokasi gerai mitra strategis atau tidak,” jelas Sukidi.  

Rencananya, Sukidi akan mengembangkan brand Eco miliknya. Selain Eco Moo yang menjual susu sapi segar, ia tengah menjajaki bisnis madu hitam dan madu hutan.

“Saat ini saya sedang membimbing ibu-ibu satu RW untuk menjalankan bisnis madu. Pendapatan mereka bisa mencapai Rp 5 juta per orangnya,” tambahnya.  


Reporter: Denisa Kusuma, Puspita Saraswati, Sugeng Adji Soenarso, Tri Sulistiowati
Editor: Johana K.

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0657 || diagnostic_web = 0.3577

Close [X]
×