kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45961,32   -9,47   -0.98%
  • EMAS929.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.05%

Paper.id luncurkan produk Buy Now Pay Later untuk segmen B2B


Rabu, 06 Oktober 2021 / 13:29 WIB
Paper.id luncurkan produk Buy Now Pay Later untuk segmen B2B
ILUSTRASI. Ilustrasi start up bussiness

Reporter: Adrianus Octaviano, Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu startup invoicing B2B di Indonesia, Paper.id mengumumkan peluncuran produk terbaru Buy Now, Pay Later (BNPL) yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah. Produk BNPL tersebut memiliki melalui fitur Get Paid Faster yang diharapkan dapat menjadi solusi pendanaan yang dibutuhkan oleh lebih dari 200.000 UMKM di Indonesia.

Lewat peluncuran produk-produk tersebut, Paper.id bertujuan untuk membantu mengatasi masalah utama UMKM selama pandemi COVID-19. Banyak UMKM harus membatasi kegiatan bisnis mereka dan kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen tanpa sumber pendanaan bisnis di masa pandemi ini. 

Paper.id pun menggandeng investor strategis, Buana Sejahtera Group guna memperluas kapabilitas Paper.id dalam pendanaan bisnis dan penetrasi ke dalam supply chain konvensional.

“Paper.id dengan berbagai keunggulan unik yang dimiliki, seperti invoicing, payment dan pendanaan bergerak sebagai startup yang bukan hanya membantu proses digitalisasi dan pendanaan dalam ekosistem kami, tapi juga membantu para pelaku usaha lainnya di supply chain lain di seluruh Indonesia,” ujar Simon Pratama sebagai Direktur dari Buana Sejahtera Group dalam keterangan resminya, Rabu (6/10).

Baca Juga: Dari Ruang Guru sampai Grab, Venturra Capital milik Lippo sudah suntik 40 startup

CTO dan Co-Founder Paper.id, Yosia Sugialam mengatakan bahwa kebanyakan UMKM dalam B2B hanya memiliki sedikit opsi untuk membayar supplier mereka, yakni dengan metode cash atau transfer bank saja. 

“Kami memberikan lebih banyak opsi lewat produk BNPL dan pembayaran digital, seperti kartu kredit, terlepas apakah supplier mereka menyediakan metode pembayaran tersebut. Kabar baiknya, fitur-fitur tersebut akan dihadirkan bagi semua pengguna Paper.id,” ujar Yosia.

Proses penggunaan produk ini dapat dimulai dari sisi supplier atau buyer. Dari sisi supplier, prosesnya dimulai dengan membuat invoice untuk buyer melalui platform invoicing Paper.id. Setelah itu, buyer akan menerima dan mengecek apakah invoice telah sesuai dan mengandung data-data yang benar seperti info produk, jumlah, dan harga. 

Invoice yang telah divalidasi oleh supplier dan buyer dapat dicairkan lebih cepat dari jatuh tempo yang telah disepakati dengan biaya yang terjangkau.

Baca Juga: Startup KlikDaily asal Indonesia menangkan lisensi media World Cup 2022 dan U20 2023

Demikian pula dari sisi buyer, mereka dapat memasukkan invoice pembelian atau permintaan pembayaran untuk membayar supplier mereka dengan berbagai opsi pembayaran digital, termasuk kartu kredit, terlepas apakah supplier memberikan opsi tersebut atau tidak. 

Jika buyer membutuhkan perpanjangan tempo pembayaran, mereka dapat memilih metode pembayaran BNPL yang disediakan oleh Paper.id yang dapat dilunasi di kemudian hari. Dengan metode BNPL, buyer bisa mendapatkan perpanjangan tempo hingga 30 hari.

Hingga saat ini, Paper.id telah menyalurkan pendanaan berbasis rantai pasok lebih dari US$ 10 juta.

Selanjutnya: Tak mau kalah dari Singapura, berikut langkah BEI gaet unicorn listing di Indonesia

 




TERBARU

[X]
×