kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Paxel menggunakan metode distribusi estafet untuk mengantisipasi demo


Rabu, 02 Oktober 2019 / 19:03 WIB

Paxel menggunakan metode distribusi estafet untuk mengantisipasi demo
ILUSTRASI. Jasa Pengiriman Paxel

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Aksi demo di Jakarta sepekan lalu membuat sejumlah bisnis terhenti. Salah satu sektor yang merasakan dampak langsung dari aksi tersebut adalah bisnis logistik. Sejumlah pengiriman mengalami keterlambatan lantaran banyak akses jalan yang diblokade oleh massa. 

Startup logistik PT Paxel Teknologi Unggul (Paxel)  mengaku mengalami kerugian materiil akibat demonstrasi berhari-hari di depan gedung DPR, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. 

Baca Juga: Riset Paxel: Mayoritas UMKM online pilih medsos dan layanan same day delivery

COO Paxel, Zaldy Ilham Masita mengatakan, Paxel terpaksa menutup salah satu loker pintarnya (smart locker) yang ada di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat akibat aksi demo.

"Ada satu locker kami di Benhil yang tutup, karena waktu demo-demo kemarin di Benhil lumayan crowded, sampai enggak bisa lewat, terpaksa kami tutup," katanya di Jakarta Selatan, Rabu (2/10).

Kerugian materiil yang disebutkan Zaldy adalah karena keterlambatan pengiriman yang membuat perusahaan harus mengembalikan ongkos kirim. Paxel menyediakan garansi pengembalian ongkos kirim, apabila barang yang dikirim mengalami keterlambatan, meskipun kurang dari 1 menit.

"Rugi materilnya itu, karena ada garansi refund itu, meski telatnya hanya satu menit. Tapi untuk angka kerugiannya belum kita hitung berapa," ujar Zaldy.

Baca Juga: SoftBank akan investasi ke-40 startup di Brasil


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Noverius Laoli


Close [X]
×