kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Peluang cantik dari kreasi cake pops


Senin, 23 Desember 2013 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Warga melistas di depan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kelurahan Bolowerti, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (27/8).Laba Anjlok pada Semester I, Simak Rekomendasi Saham GGRM Berikut Ini. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/ama/16


Reporter: Revi Yohana, Noor Muhammad Falih, Marantina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Setelah booming cupcakes, kini muncul tren baru di industri kue, yaitu cake pops. Cake pops merupakan konsep cake yang ditusuk menggunakan stick, layaknya permen lolipop. Bentuknya beragam, mulai dari tokoh kartun, flora dan fauna, hingga aneka bentuk unik lainnya. Inovasi nan kreatif ini mulai populer sejak beberapa tahun terakhir.

Salah satu yang menggeluti pembuatan cake pops adalah Yohannita di Jakarta. Pemilik usaha Pop n Go ini menjelaskan, cake pops adalah adonan kue yang dihancurkan dan diberi frosting (krim). Lalu, dibentuk dan dilapisi coklat, serta diberi hiasan cantik berupa gula warni warni atau bahan lainnya.

"Bentuknya persis seperti lolipop, karena ditusuk pakai stick. Cake pops biasanya berdiameter sekitar 3 cm - 5 cm," jelasnya.

Pemilik Farfalle Chocolate dan Cake, Sarah Rahmawanty Nurhadi bilang, konsep cake pops mulai populer di Amerika sejak 2010. Ia pun mulai belajar membuat makanan ini dari internet sejak tiga tahun silam. "Ternyata peminatnya banyak. Tapi, waktu itu di dalam negeri belum banyak pemainnya," tuturnya.

Teknik pembuatan cake pops relatif sulit. Pemilik Dapur Cookiekita di Jakarta, Srihayati Paramita bilang, pembuatan cake pops butuh kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Perempuan yang akrab disapa Mita ini pun terampil membuat cake pops setelah mengikuti kursus dan menguji coba berkali-kali.
 
Katanya, pertama-tama yang harus dilakukan yaitu membuat isian cake pops, biasanya berupa bolu yang dikukus atau dipanggang dalam oven. Setelah jadi, kue kemudian dihancurkan, dan beri campuran krim yang berfungsi merekatkan seluruh kue sehingga siap dibentuk sesuai kebutuhan dan ditusuk menggunakan stik. Tangkai cake pops bisa menggunakan stick plastik atau stick kayu. Setelah itu, cake didiamkan dalam lemari pendingin selama 10 menit.

Selanjutnya, masuk tahap pelapisan luar dan penghiasan menggunakan cokelat maupun fondant. Tahap inilah yang dibilang Mita sebagai tahap tersulit sekaligus paling lama. “Kalau salah pelapisan, bisa-bisa kue tersebut malah pecah, dan harus mengulangnya dari awal,” paparnya.

Setelah dilapisi coklat, cake dimasukkan kembali ke lemari pendingin selama 10 menit. Namun, untuk cake yang dilapisi fondant tidak bisa dimasukkan di lemari pendingin, karena bakal meleleh. Sebagai gantinya, harus dikerjakan di ruangan berpendingin alias AC.

Kata Mita, intinya, pembuatan cake pops harus di tempat dingin agar bentuknya tidak hancur. Pengerjaan cake pops memakan waktu 4 jam hingga 5 jam. “Kalau desainnya sulit bisa lebih lama, bisa seharian,” imbuh perempuan 46 tahun ini.

Sarah menilai, tantangan pembuatan cake pops di Indonesia adalah kelembaban udara yang cukup tinggi. Hal ini menyulitkan tampilan cake pops bisa awet, jika tak dibantu AC. “Ruang kerja saya saja menggunakan dua AC, karena harus dingin. Adonan harus beku dan tidak boleh sampai lumer,” ujar wanita kelahiran Balikpapan, 35 tahun silam ini.

Sarah mengaku, untuk membuat satu lusin cake pops, ia butuh waktu 2 jam hingga 3 jam. Makanya, jika ada pesanan minimal 300 pieces, ia akan meminta waktu pengerjaan tiga hari.

Adapun, Yohannita mengaku menghabiskan waktu lima jam hingga tujuh jam untuk membuat cake pops. Ia pun mendatangkan beberapa bahan baku, seperti taburan gula warna-warni (sprinkle) dari Amerika, Singapura, dan Thailand, karena tidak tersedia di dalam negeri.

Dibantu tiga karyawan, perempuan yang sedang menempuh pendidikan di jurusan manajer Perhotelan SHMS Switzerland ini bisa mengerjakan 500 - 600 pieces cake pops dalam sebulan.

Harga relatif mahal

Lantaran pengerjaan rumit,  harga cake pops relatif mahal. Harga termurah untuk cake pops standar berbentuk bulat mulai dari Rp 15.000 per piece. Sedang, cake pops berbentuk karakter unik dibanderol harga Rp 25.000 hingga Rp 35.000 per piece.

Menurut Sarah, cake pops kerap dipesan untuk berbagai event, mulai dari perayaan ulang tahun anak, ulang tahun perusahaan, hingga pernikahan. "Pesanan biasa melonjak saat Natal dan Valentine. Natal ini saja, saya sedang menyiapkan 1.000 cake pops,” klaim lulusan desain produk dari ITENAS, Bandung ini.

Pelanggan Sarah tersebar di Jakarta dan Bandung. Menurutnya, sejauh ini, baru bisa mengirimkan cake pops ke dua kota itu, karena harus menggunakan ekspedisi khusus yang punya ruang pendingin. Meski begitu, ia kerap kedatangan pembeli dari berbagai kota lain, termasuk dari Malaysia dan Singapura. Mereka membawa sendiri cake pops yang dibeli.

Sarah bilang, Farfalle Chocolate and Cake mampu meraup omzet minimal Rp 30 juta per bulan. Nah, rata-rata penjualan cake pops berkontribusi 30% dari omzet.
 
Yohannita membanderol satu piece cake pops berkisar Rp 12.500 - Rp 45.000, tergantung tingkat kerumitan bentuk. Rata-rata ukuran cake pops sebesar bola pingpong. Jika ingin ukuran lebih besar, harga lebih mahal lagi.

Setiap bulan, Pop n Go bisa mengantongi omzet Rp 30 juta. "Sekitar 80% hasil dari pesanan cake pops," ujar dia. Selain lewat mulut ke mulut, ia mengandalkan pemasaran melalui internet. Karena cake pops cocok untuk berbagai event, ia kerap menerima pesanan dari berbagai perusahaan. Sebut saja District 8, Lancome, Smailing Tour, dan Frank n Co.

Adapun, Mita yang mematok cake pops mulai dari Rp 18.000 ini, baru bisa mengumpulkan omzet sekitar Rp 10 juta sebulan. Pesanan cake pops di Dapur Cookieta belum sebanyak jenis kue lainnya. Ia memasang syarat pemesanan cake pops minimal 30 pieces.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×