kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Peluang manis dari budidaya tanaman stevia (Bagian 2)


Sabtu, 04 Mei 2019 / 09:50 WIB

Peluang manis dari budidaya tanaman stevia (Bagian 2)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stevia adalah tanaman perdu yang tumbuh di ketinggian 500 meter sampai 1.000 meter di atas permukaan laut. Muhammad Solihin, penjual bibit tanaman herbal dan penjual bibit stevia asal Semarang menjelaskan, stevia lebih optimal ditanam di dataran tinggi dengan suhu udara 14 derajat celcius sampai 25 derajat celcius.

Sedangkan bibit stevia dapat diperoleh dengan ragam cara. Bisa benih, stek atau kultur jaringan. "Paling banyak stek karena paling cepat dan praktis. Cara yang lainnya butuh waktu lama," ujarnya kepada KONTAN.


Untuk memperbanyak bibit melalui stek, ada hal yang harus diperhatikan. Yakni soal pemilihan indukan stek. Indukan harus dipilih dari tanaman yang masih muda dan sudah berkayu.

Stek batang diambil dari bagian tengah cabang primer, sedangkan stek pucuk diambil dari bagian ujung tanaman. "Setelah stek umur tiga minggu sampai empat minggu, stek bisa dipindah ke media tanam yang lebih luas," jelas Solihin.

Sebelum melakukan penanaman, lahan tanam harus digemburkan lebih dahulu. Selanjutnya, membuat bedengan dengan ukuran sekitar 100 cm–125 cm dan tinggi sekitar 20 25 cm. "Begitu stek siap dipindah, bibit ditanam dengan jarak sekitar 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm. Kira-kira tiap bedeng ada 4 baris–5 baris bibit," terang Solihin.

Soal perawatan tanaman stevia, Ayi Rohmat, petani stevia asal Desa Cibodas, Kabupaten Bandung menjelaskan untuk bisa membuat daun stevia lebat, bagian ujung tanaman asli Amerika Latin ini harus rutin dipangkas. Pemberian pupuk saat awal penanaman stevia juga harus rutin dilakukan setiap seminggu sekali. Penyiraman dilakukan sekali dalam sehari. Selain itu, tanaman stevia juga perlu cukup sinar matahari agar cepat tumbuh.

Ayi mengatakan tanaman stevia rawan terkena kutu daun dan ulat, serta penyakit yang menyebabkan batang berwarna merah kemudian layu. "Saya tak pakai pestisida karena daunnya dikonsumsi. Jadi pengendalian hama manual. Kalau ada yang terserang hama langsung dipangkas agar tak menyebar," sarannya.

Daun stevia bisa mulai dipanen setelah berumur 40 hari sampai 60 hari setelah penanaman. Untuk panen 30 hari. Proses panen tidak boleh terlambat karena bisa menurunkan kadar gula pada daun. "Tanaman juga bisa mulai dipanen setelah tingginya 40 cm - 60 cm dan daunnya rimbun. Setelah dipanen harus langsung dipipil dan dikeringkan agar kadar kemanisannya tidak berkurang," jelasnya.

Daun stevia segar mengandung pemanis alami dengan tingkat kemanisan 10 kali sampai 15 kali lebih manis. Ekstraknya bisa menghasilkan rasa manis 200 kali–300 kali lebih manis dari gula tapi rendah kalori. Bubuk ekstrak stevia kini banyak digunakan berbagai industri.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0608 || diagnostic_web = 0.3126

Close [X]
×