kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Peluang terang dari budidaya bunga telang (bagian 2)


Sabtu, 20 Juli 2019 / 14:30 WIB
Peluang terang dari budidaya bunga telang (bagian 2)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu keunggulan bunga telang untuk dibudidayakan adalah perawatannya yang mudah dan tak perlu ada trik atau jurus khusus untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Yusuf Martani, pembudidaya Bunga Telang asal Yogyakarta menyebut, kunci membudidayakan bunga telang ini hanya tidak malas, sedangkan proses perawatannya sama seperti tanaman lain pada umumnya.

"Musuh utama bunga telang adalah ulat daun dan unggas yang sering memakan daun bunga telang. Untuk itu, pembudidaya harus memagari tanaman ini dari ancaman kedua musuh ini," tuturnya.

Untuk pemberian pupuk, Yusuf menyarankan lebih baik menggunakan pupuk alami karena bunga telang kering terkenal lantaran sebagai produk organik. Sedangkan untuk pestisida, ia meracik sendiri dari tumbuh-tumbuhan seperti daun bawang, cabai busuk dan lainnya yang diolah menjadi pestisida. Alhasil, bunga telang kering yang dihasilkan benar-benar bebas dari bahan kimia.

Masa panen bunga telang bisa dilakukan hampir setiap hari, karena tanaman ini tidak mengenal musim saat berbunga. Satu tanaman mampu berbunga hingga 50 sampai 100 potong dengan catatan pohon dalam kondisi baik. Jarak tanam bunga telang yang disarankan adalah 1,5 meter x 1,5 meter karena tanaman merambat.

Cara mengolah bunga telang menjadi teh bunga telang juga sangatlah mudah. Cukup bunga yang sudah dipanen di keringkan di bawah sinar matahari dengan ditata tanpa menumpuk. Pukul 08.00 pagi hingga pukul 11.00 siang menjadi waktu terbaik dalam penjemuran si bunga telang.

Pembudidaya lainnya adalah Shabrina Atma Pratiwi asal Cirebon, Jawa Barat. Dia mengatakan, membudidayakan bunga berwarna biru terang ini bisa dilakukan di halaman rumah seperti yang dia lakukan selama ini.

Shabrina menyatakan, mengembangkan bunga telang ini cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja asal ada kemauan dan dilakukan secara serius.

Menurutnya, bila sudah panen, proses yang perlu diperhatikan adalah pengeringan. Proses ini dinilai menjadi kunci utama guna memperoleh hasil maksimal.

Bila Yusuf menggunakan cara alami untuk pengeringan, yakni dijemur di bawah sinar matahari, maka Shabrina menggunakan alat bantu berupa oven jika cuaca sedang tak baik. "Tapi hasil pengeringan dengan sinar matahari jauh lebih bagus hasilnya," paparnya.

Shabrina dan Yusuf menyampaikan, selain bunganya, daun tanaman telang juga dapat dikonsumsi dan memiliki manfaat. Namun keduanya belum memanfaatkannya seperti bunga telang.

Yusuf dan Sabrina ingin fokus pengembangan bisnis bunga telang kering. Untuk itu, keduanya sama-sama berharap semakin banyak orang yang tahu tanaman ini sehingga makin populer.

(Selesai)



Video Pilihan

TERBARU

×