Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.453
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Peluang ternak ayam mitra Japfa Comfeed (bagian 2)

Sabtu, 11 Mei 2019 / 10:25 WIB

Peluang ternak ayam mitra Japfa Comfeed (bagian 2)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren metode kandang tertutup alias closed house sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam bidang peternakan. Adjuct Profesor Fakultas Peternakan UGM sekaligus Head of Technology and Nutrition PT Japfa Comfeed, Ferry Poernama mengatakan, teknologi ini sudah banyak digunakan di sejumlah negara.

Penggunaan teknologi kandang tertutup diyakini efektif meningkatkan produktivitas ayam broiler. "Closed house farm ini sebagai bentuk untuk bisa bersaing di industri poultry. Mau tidak mau, peternak Indonesia harus menggunakan closed house jika ingin bersaing dengan negara lain, seperti Thailand," tuturnya.

Dengan metode kandang tertutup, peternak bisa mengontrol temperatur suhu dan kelembaban secara digital. Bahkan, pembagian pakan serta minum untuk ternak juga bisa diawasi setiap harinya. Pengawasan operasional yang ketat inilah yang membuat peternakan closed house dianggap lebih menguntungkan ketimbang peternakan terbuka atau open house.

Idealnya di kandang tertutup, suhu ruangan antara 32 derajat sampai 33 derajat celcius. Kecepatan angin 3,2 meter per detik, serta kelembaban berada di angka 60%–70%. "Di Indonesia, kelembaban susah dikontrol karena negara kita beriklim tropis. So there is nothing we can do. Cukup dipastikan saja kalau kandang tidak panas dan ayam bisa nyaman," jelas Ferry.

Suhu yang panas bisa membuat kalori ayam terbakar cepat. Hal inilah yang sering membuat para peternak boros pakan. "Di kandang terbuka, ayam banyak makan tapi tidak jadi daging karena terkena panas matahari, sehingga kalorinya cepat terbuang," ujarnya.

Japfa memang gencar merekomendasikan model peternakan tertutup kepada para mitra peternak. Wakil Kepala Divisi Unggas Komersial Japfa, Achmad Dawami mengatakan saat ini sudah ada sekitar 9.477 mitra peternak Japfa yang mengoperasikan kandang tertutup atau closed house ini.

Ke depan, Japfa akan terus gencar mengarahkan mitra peternaknya untuk beralih ke metode peternakan tertutup. "Closed house tentu lebih menguntungkan bagi peternak. Dan produktivitasnya bisa meningkat lebih cepat," katanya.

Untuk terjun ke bisnis peternakan ala Japfa, para calon peternak minimal memiliki lahan sekitar 120 m agar bisa menutup biaya operasional. Dengan investasi kandang closed house senilai Rp 1,2 miliar, para mitra peternak diperkirakan bisa balik modal sekitar 5 tahun. Namun Dawami tidak merinci proyeksi pendapatan dari para mitra bisnis.

Nilai investasi tersebut belum termasuk bibit ayam dan pakan. Menurut hitungan Dawami, total investasi bisa mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan hasil ternak ayam ini bisa dijual ke Japfa atau pihak lain. Di Japfa, peternak bakal mendapat kontrak harga yang tidak terpengaruh fluktuasi harga ayam.

(Selesai)

 


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0483 || diagnostic_web = 0.3701

Close [X]
×