kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pembangunan infrastruktur sokong pertumbuhan bisnis waralaba hingga ke daerah


Kamis, 05 September 2019 / 17:34 WIB
Pembangunan infrastruktur sokong pertumbuhan bisnis waralaba hingga ke daerah
ILUSTRASI. Levita Ginting Supit, Ketum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI)

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Prospek bisnis waralaba di Tanah Air sebenarnya masih memiliki peluang untuk berkembang. Namun, sejumlah perhimpunan maupun asosiasi waralaba mencatat pertumbuhan bisnis ini setiap tahunnya di kisaran 5% - 10%.

Bahkan, setahun belakangan bisnis waralaba nampak lesu karena dipengaruhi kondisi ekonomi makro dan kondisi politik Tanah Air.

Baca Juga: Pameran bisnis FLEI, RSEI, dan CBI bidik total transaksi US$ 100 juta

Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) Levita Supit mengatakan bahwa faktor infrastruktur turut memengaruhi pertumbuhan bisnis waralaba. Pasalnya, bisnis ini membutuhkan kecepatan dalam pengiriman bahan baku dan keamanan bahan baku selama proses pengiriman.

"Pihak franchisor (pusat) yang punya gerai franchisee (mitra) di daerah pasti butuh jasa pengiriman yang cepat untuk bahan baku, apalagi kalau sektor kuliner. Dan mereka butuh memastikan barangnya aman dikirim. Selama ini dua hal itu masih jadi tantangan," jelasnya pada Kontan.co.id, Kamis (5/9).

Menurut Levita, bisnis waralaba kurang bergairah di daerah lantaran ketidaksiapan infrastruktur dalam mendukung distribusi produk. Sehingga muncul kendala seperti waktu pengiriman yang lama dan bahan baku yang akhirnya busuk atau kadaluwarsa saat sampai ke tangan mitra.

"Jadi saat pengantaran produk-produk bisnis tersebut, itu bisa cukup lama. Dan yang kedua bisa ada macet di jalan, serta belum tentu aman. Misal ada barang dibawa dari sini 1 truk, sampai sana cuman setengah truk. Itu yang membuat perkembangan bisnis waralaba selama ini agak tidak terlalu berkembang di daerah," terangnya.

Baca Juga: Ikuti Jejak Indonesia, Peritel Malaysia Hentikan Penjualan Produk Palm Oil Free

Dengan gencarnya pembangunan infrastruktur, Levita optimistis jika kegiatan bisnis waralaba ikut terdongkrak, terutama bisnis waralaba di daerah luar Jawa. Perbaikan infrastruktur dipercaya bisa membantu memperlancar distribusi produk waralaba dari pihak pusat ke mitra-mitra di daerah.

"Dengan adanya pelabuhan, airport baru, jalan (darat) yang bisa sampai ke daerah membuat pelaku usaha semakin semangat untuk membuka usaha. Tentu otomatis terjadi peningkatan untuk bisnis waralaba," pungkasnya.




TERBARU

Close [X]
×