CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Pendaftaran Startup Studio Batch 5 Dibuka, Ini Kriteria yang Dicari


Selasa, 14 Juni 2022 / 14:30 WIB
Pendaftaran Startup Studio Batch 5 Dibuka, Ini Kriteria yang Dicari
ILUSTRASI. Ilustrasi Start Up. KONTAN/Muradi/2016/07/12


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi membuka pendaftaran program inkubasi intensif Startup Studio Indonesia (SSI) Batch ke-5. Diluncurkan pertama kali pada September 2020, Startup Studio Indonesia merupakan inisiatif program Kominfo yang memilikitujuan untuk mendampingi dan membina para startup digital tahap awal (early-stage) tanah air secara intensif agar bisa menemukan product-market fit  dan berkembang semakin pesat. 

Pendaftaran SSI Batch 5 terbuka untuk semua startup digital Indonesia yang memenuhi sejumlah kriteria. Pertama, sudah memiliki Minimum Viable Product (MVP) minimal 3-6 bulan terakhir. Kedua, pendiri startup terlibat secara full time dalam operasional. Berikutnya, telah memiliki badan hukum PT. Dan terakhir, startup sedang berada pada tahap pendanaan bootstrap atau maksimal pendanaan Seri-A. startup yang tertarik bisa mendaftarkan diri di situs resmi SSI (https://startupstudio.id/) paling lambat sebelum tanggal 1 Agustus 2022.

Selama ini, penyelenggaraan program SSI dari tahun ke tahun selalu diikuti oleh ribuan pendaftar dari seluruh penjuru Indonesia, yang kemudian akan diseleksi menjadi 15 startup terpilih utama. Setiap startup yang mendaftar akan dinilai berdasarkan 4 faktor, yaitu analisa laporan bisnis, profil para founder, local defensible-factors, pertumbuhan dari bulan ke bulan, serta market size dalam proposal mereka. Karena itu, untuk memperbesar kemungkinan terpilih, masing-masing startup harus mempersiapkan diri dengan baik.

“Melihat semakin kompetitifnya persaingan peserta SSI, kami terus berupaya untuk memilih dan memilah startup yang benar-benar siap untuk dibimbing ke level yang lebih tinggi," saran Italo Gani, salah satu dari dewan kurator Startup Studio Indonesia Batch 5 dalam keterangannya, Selasa (14/6). 

Baca Juga: Sequoia Kumpulkan Dana hingga US$ 2,85 Miliar untuk Ekspansi di India dan ASEAN

Salah satu indikatornya adalah, kami ingin melihat founder startup yang berfokus pada satu masalah yang ingin diselesaikan, dan fokus mengembangkan satu produk digital (baik B2B maupun B2C) untuk memecahkan hal tersebut. Dengan sumber daya yang masih terbatas di tahap awal, kami ingin melihat dedikasi para founder dalam mengembangkan model bisnis mereka dan memperpanjang retensi pengguna,” katanya.

Setelah lolos melalui proses presentasi dan wawancara, nantinya 15 startup terpilih dapat mengikuti serangkaian pelatihan eksklusif selama 4 bulan, diantaranya adalah sesi Founder’s Camp, sesi 1-on-1 tentang product-market-fit dengan coach, workshop marketing dan user journey, serta dukungan pengembangan teknologi (tech dev) selama 2 bulan sesuai kebutuhan. Puncak dari rangkaian program Startup Studio Indonesia adalah Milestone Day, dimana para finalis berkesempatan memaparkan model bisnis dan pencapaiannya di depan para stakeholders industri startup

Saat ini, penyelenggaraan Startup Studio Indonesia Batch 4 yang tengah berlangsung hingga bulan Juli 2022 pun telah memasuki sesi 1-on-1 Coaching. Para startup finalis berkesempatan dibina langsung oleh para fasilitator yang terdiri dari praktisi startup ternama, seperti Dimas Harry Priawan (Co-founder dan CEO Dekoruma), Moses Lo (Co-Founder & CEO Xendit), Christopher Madiam (Co-founder dan President Sociolla), Arip Tirta (Co-Founder & President Evermos), Gibran Huzaifah (Founder & CEO eFishery),  dan masih banyak lagi. 

“Kami sangat senang melihat semakin tingginya antusiasme startup terhadap program SSI dari tahun ke tahun. Ada banyak sekali startup alumni dari inkubasi intensif SSI yang telah berhasil mencapai product-market fit dan mengembangkan bisnisnya secara pesat, setelah mendapatkan pembinaan yang tepat sasaran," ungkap Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo.  

"Melalui program ini, kami berharap bisa terus membentuk ekosistem startup digital yang kondusif, berkelanjutan, dan suportif, dimana para pelaku startup memiliki wadah untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman serta best practices untuk bersama-sama memajukan ekonomi Indonesia,” paparnya.

Baca Juga: Sinar Mas Land dan Nakama Gandeng Microsoft dalam Program DNA! Scalebox Siklus Dua

Setelah menuntaskan Batch 1-3 dan menjalankan Batch 4 saat ini, program inkubasi SSI secara total telah membina 65 startup di Indonesia. Angka ini sejalan dengan misi Kominfo untuk bisa mengantarkan 150 startup digital Indonesia untuk ‘naik kelas’ pada tahun 2024, yang dibuktikan dengan pengembangan skala bisnis, baik dari segi jumlah pengguna, pendapatan, penyerapan tenaga kerja, hingga pendanaan. 

Tidak hanya memberikan ilmu, SSI juga membuka jejaring bisnis yang lebih luas bagi para startup agar bisa menemukan orang yang tepat dan kredibel untuk pengembangan bisnis. Inilah yang membuat mayoritas alumni mampu melakukan scale-up dan inovasi dengan lebih efektif dan efisien. 

Misalnya, Justika (SSI 01) mampu meraih pendanaan tahap awal pasca mengikuti SSI. Begitu juga dengan Verihubs (SSI 01), Deall Sejuta Cita (SSI 02), Finku (SSI 03), dan Sribuu (SSI 03) yang terpilih menjadi partisipan program inkubator Y Combinato. Para alumni Batch 2 dan 3, seperti Praktis (SSI 01), Lingotalk (SSI 02), Finku (SSI 03), Fishlog (SSI 03), Gajiku (SSI 03), Soul Parking (SSI 03), dan Keyta (SSI 03), juga berhasil mendapatkan pendanaan setelah mengikuti SSI. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×