kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.854
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,33%

Pengurangan impor kedelai AS dilematis bagi perajin tahu tempe

Kamis, 05 April 2018 / 11:20 WIB

Pengurangan impor kedelai AS dilematis bagi perajin tahu tempe



KONTAN.CO.ID - Sebagai negara dengan kebutuhan konsumsi kedelainya cukup besar, wacana penghentian impor kedelai bisa membuat perajin tahu dan tempe kalang kabut.   

Ketua perajin tempe di Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Gang Sonton, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Hambali berpendapat wacana pemerintah tersebut kurang bijak, mengingat kebutuhan kedelai impor dari Amerika Serikat (AS) sangat besar.

Bahkan ia mengatakan, selama memproduksi tempe, hampir semua perajin di Kopti Lenteng Agung menggunakan kedelai asal AS. "Kebutuhan kedelai buat perajin seperti kami ini besar. Pasokan kedelai lokal tidak bisa memenuhi itu. Bahkan selama saya bikin tempe selalu pakai bahan baku kedelai impor, belum pernah pakai yang lokal," ungkapnya saat ditemui di rumah produksinya.

Ia bilang, jika pemerintah mau melaksanakan wacana tersebut, harus memberi solusi alternatif bahan baku bagi para perajin tahu tempe seperti dirinya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sungkono, Ketua Perajin Tahu di Kopti yang sama. "Dua puluh tahun lebih saya bikin tahu, hanya dua kali menggunakan kedelai lokal. Selebihnya ya kedelai impor. Jadi sekarang di sini semua perajin pakai kedelai impor," tuturnya. Sungkono bilang dalam sehari dirinya bisa menghabiskan rata-rata 30 - 50 kilogram (kg) kedelai.

Jumlah kebutuhan yang sama juga diungkapkan oleh Hambali. Ia menjelaskan jumlah rata-rata kebutuhan bahan baku kedelai impor di Kopti Lenteng Agung sekitar 50 kg per hari.

Jika jumlah tersebut dikalikan 30 perajin tahu dan tempe di kawasan tersebut, praktis kebutuhannya mencapai 1,5 ton per harinya. "Kebutuhan kami cukup besar, makanya kalau kedelai impor distop, ya kami bisa gulung tikar ini," ujarnya sambil tertawa.

Meski mencuat wacana yang dinilai kurang populis tersebut, Hambali mengaku pasokan kedelai impor tetap lancar hingga sekarang. Belum ada pengurangan kuota kedelai impor kepada para perajin. "Alhamdulilah masih lancar dan cukup untuk kebutuhan produksi kami. Belum ada pemberitahuan juga dari koperasi kalau jumlah bahan baku bakal dikurangi," tandasnya.

Hambali dan Sungkono sama-sama menjelaskan jika semua perajin tahu maupun tempe di Kopti Lenteng Agung menyerahkan pasokan bahan baku kedelai ke Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Jakarta Selatan. Dari koperasi tersebut biasanya pasokan kedelai langsung dikirim ke Kopti Lenteng Agung setiap sore hari.

"Kami tinggal terima beres, semua urusan pembelian kedelai diatur oleh Primkopti Jaksel. Kalau ada pengurangan jumlah pasokan pasti diinfokan juga ke kami," ujar Hambali. Berdasarkan informasinya, saat ini harga kedelai impor AS mencapai Rp 71.000 per kg.      


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TEMPE

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0052 || diagnostic_api_kanan = 0.0759 || diagnostic_web = 0.4632

Close [X]
×