kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penjualan gerai jamu melonjak berlipat kali imbas corona


Sabtu, 21 Maret 2020 / 10:10 WIB
Penjualan gerai jamu melonjak berlipat kali imbas corona

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jamu kini tengah naik daun pasca virus korona mulai menyebar di Tanah Air. Makin banyak orang yang mencari jamu yang diklaim bisa menahan gempuran virus korona, dan menjadi salah satu senjata untuk  daya tahan tubuh.

Maklum, minuman tradisional tersebut memang berasal dari bahan baku yang diyakini bisa mencegah virus korona atau Covid-19 masuk ke dalam tubuh. Sebab, jamu mengandung jahe, temu-lawak, daun sereh, kunyit, dan bahan lainnya.

Tak heran, beberapa pebisnis gerai jamu langsung ketiban pulung saat ini. Maklum, yang doyan minuman herbal ini tidak cuma kaum dewasa saja, tapi juga mulai menular ke kaum milenial segala.

Baca Juga: Tenang, stok jahe merah akan bertambah seiring masuknya musim panen

Tengok saja gerai jamu Mbak Suni yang punya tiga outlet di Jabodetabek. Setelah virus korona merebak, apalagi saat ada orang Indonesia yang positif terkena Covid-19, penjualan di gerai jamu tersebut langsung melonjak tinggi, tiga kali lipat sampai lima kali lipat per hari. 

Baca Juga: Karena Wabah Virus Corona (Covid-19), Penjualan Suplemen Meningkat

Begitu juga dengan gerai jamu yang lain, yakni Suwe Ora Jamu. Di gerai jamu ini, penjualan jamu sudah tembus 1.000 botol per hari atau melonjak 50% dari penjualan biasanya.

Baca Juga: Ramai soal corona, produsen jamu akui penjualan ikut naik

Meski penjualan meroket, untungnya para pebisnis gerai jamu tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Sebut saja, jahe yang booming pasca pasien virus korona di Indonesia terkonfirmasi. 

Sunita Bhagchandani, pemilik Jamu Mbak Suni, langsung bertindak sigap begitu mengetahui jahe dicari banyak orang. Apalagi, stok bahan baku jamu di tiga gerainya sudah tandas.

Saat Presiden Joko Widodo mengumumkan pasien virus korona pertama, Sunita langsung membeli bahan baku jamu untuk gerainya masing-masing sebanyak 300 kilogram. Mulai dari jahe, temulawak, hingga kunyit. "Biasanya, saya membeli masing-masing rempah-rempah 30 kilogram saja untuk satu minggu," katanya kepada KONTAN.

Sedangkan untuk mengatasi permintaan jamu yang melonjak, Sunita langsung mempekerjakan karyawan lepas. Saat ini, gerai Jamu Mbak Suni sudah mempunyai 11 karyawan. Semua proses pembuatan jamu, menurut Sunita, masih dia kerjakan secara manual.

Sementara Nova Dewi, pemilik Suwe Ora Jamu, tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku jamu. Ia sudah punya lahan untuk menanam bahan baku jamu, seperti jahe dan kunyit. Namun, Nova tidak memerinci lokasi dan luas lahan yang dia miliki. "Kami menanam sendiri bahan baku untuk jamu," ungkapnya kepada KONTAN.

Hasilnya, Nova tidak terlalu terpengaruh oleh harga bahan baku jamu seperti jahe yang belakangan melonjak. Meski begitu, ia berharap, para pebisnis jamu tidak usah panik terhadap lonjakan harga bahan baku jamu. Justru, dengan makin banyak konsumen yang bertandang ke gerai jamu, itu menunjukkan bisnis gerai minuman tradisional ini masih menjanjikan.

Sunita hingga saat ini belum mengerek harga jual jamu, meski harga bahan baku melonjak. "Toh, omzet kami juga naik meski tidak menaikkan harga," ujarnya.




TERBARU

Close [X]
×