kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Pernak-pernik Imlek di Glodok masih saja ramai (2)


Jumat, 24 Januari 2020 / 11:05 WIB
Pernak-pernik Imlek di Glodok masih saja ramai (2)

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kawasan Glodok, Jakarta Barat hingga kini masih menjadi sentra tempat penjualan beragam pernak-pernik Imlek. Menjelang Tahun Baru Imlek 2571 pada 25 Januari nanti, kawasan pecinaan tersebut masih saja ramai oleh para warga yang ingin merayakan Sincia di masing-masing tempat kediaman atau bersama saudara. 

Situasi ini masih terus berlangsung sejak beberapa tahun belakangan ini. Malah, para pembeli pernak-pernik tersebut tidak cuma berasal dari sekitar Jakarta saja, tapi juga luar kota, seperti Medan dan beberapa daerah lainnya di Kalimantan. "Sudah ramai sejak minggu lalu," kata Zainudin, pedagang pernak-pernik Imlek kepada KONTAN minggu lalu (16/1).

Ia sendiri menjajakan beragam aksesori Imlek di tempat dagangannya. Mulai dari gantungan, lampion, lampu hias, dan lainnya dengan harga jual termurah Rp 5.000 hingga Rp 500.000 untuk lampion berukuran besar.

Hasilnya, ia klaim bisa mengantongi omzet sekitar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta per minggunya. 

Kondisi serupa juga dialami oleh Asnani, pedagang aksesori Imlek lainya di lokasi yang sama. Setiap minggunya ia juga bisa mengantongi pendapatan antara Rp 10 juta sampai Rp 20 juta per minggunya. 

Jangan salah, hasil yang ia peroleh ternyata tidak segede tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu saja, Asnani mengaku bisa mendapatkan omzet hingga Rp 50 juta per minggunya. "Saat ini, kondisi ramai pembeli pada hari Sabtu dan Minggu saja," katanya ke KONTAN.

Berkurangnya jumlah pembeli ini ia klaim karena sudah mulai banyak pembeli yang mendapatkan pernak-pernik Imlek di pasar online.  "Sudah banyak toko online yang menjual pernak-pernak Imlek. Tak heran kalau tahun ini pembeli jadi lebih sepi dari tahun sebelumnya," ucapnya.

Meski begitu, dirinya tidak berminat untuk memperluas pasar dengan memakai platform penjualan online. Dirinyalebih senang berjualan secara offline seperti yang sudah ia lakoni selama tujuh tahun berjualan pernak-pernik Imlek di Glodok. 

Apalagi, bisnis aksesori Sincia ini hanya berlangsung satu tahun sekali saja. Setelah usai, dirinya pun kembali berjualan ragam pakaian di salah satu tokonya di bilangan Glodok.

Meski begitu, baik Asnani maupun Zainudin berharap, barang pernak-pernik Imlek yang khusus tahun ini bershio tikus logam yang ia jajakan bisa tandas terjual. Adapun sebagian besar produk berasal dari China. "Karena beda tahun sudah pasti beda shio. Jadi saya harap bisa habis terjual semuanya," harapnya.

Meski penjualan turun, Asnani masih bakal tetap menjajakan pernak-pernik Imlek secara offline, sembari berharap penjualan offline bisa mendukung jualan.      

(Selesai)




TERBARU

Close [X]
×