kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Perusahaan akselerator startup, Antler akan ekspansi ke Indonesia tahun 2020


Selasa, 10 September 2019 / 19:18 WIB

Perusahaan akselerator startup, Antler akan ekspansi ke Indonesia tahun 2020
Perusahaan akselerator startup, Antler akan ekspansi ke Indonesia tahun 2020


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekosistem industri startup di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang menggembirakan. Nilai pasar ekonomi digital Asia Tenggara pada tahun 2025 nanti diprediksi bakal mencapai US$ 240 miliar atau sekitar Rp 3,36 kuadriliun.

Merujuk pada laporan Google Temasek, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan berkembang hingga US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1,4 kuadraliun pada tahun 2025.

Berdasarkan hasil riset perusahaan media asal Malaysia dan Singapura, Catcha Group, pada tahun 2018, valuasi pendanaan yang didapatkan oleh startup unicorn Indonesia nilainya hampir sama dengan para unicorn asal Singapura.

Baca Juga: Incar perusahaan rintisan, Agung Podomoro Land (APLN) luncurkan SOHO Pancoran

Empat startup unicorn asal Singapura, seperti Grab, Lazada, Razer, dan Sea telah mengumpulkan total pendanaan sekitar US$ 22 miliar atau sekitar Rp 308 triliun. Jumlah tersebut ditandingi oleh total pendanaan di Indonesia, yaitu sekitar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun yang berhasil didapatkan oleh empat unicorn Tanah Air, yakni Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Melihat besarnya peluang tersebut, akselerator startup asal Singapura, Antler berencana untuk melakukan ekspansi ke Indonesia pada semester pertama tahun 2020 mendatang.

Co-Founder and Managing Partner Asia Antler, Jussi Salovaara menilai perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara mulai menyaingi China dan India. Selain memiliki pasar yang luas bagi para startup, kawasan Asia Tenggara juga menarik perhatian para investor global.

“Ekosistem startup di Asia Tenggara sedang tumbuh pesat, terbukti dari lahirnya berbagai unicorn dan decacorn di kawasan ini. Setelah menjajaki Singapura sejak tahun 2018, awal tahun 2020, kami akan membidik Jakarta sebagai kota pertama,” kata Jussi saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

Jussi menjelaskan, sejauh ini Antler telah berinvestasi senilai US$ 8,3 juta kepada 70 startup dalam portofolionya, sejak pertama kali memulai program inkubasinya di Singapura pada Juli 2018 lalu.

Saat ini, secara global Antler memiliki 8 lokasi operasional dengan 6 program yang tengah berjalan. “Setiap tahun, targetnya terdapat 100 startup, secara global yang bisa kami cetak setiap tahun,” ujar Jussi.

Antler menggelar program pembinaan secara intensif selama 6 bulan dalam bentuk inkubasi bagi para calon pengusaha startup. Jussi melihat bahwa pasar domestik di Indonesia sangat besar untuk membangun startup.

Baca Juga: Bersiap masuk ke segmen ritel, BGR Logistics jajaki kerja sama dengan Triplogic

Namun masih banyak kekurangan pada wadah dan ekosistem bagi individu yang ingin membangun startup dari awal. Antler ingin menjembatani persoalan ini.

Dari program Antler yang berlangsung di Singapura, saat ini terdapat 4 startup asal Indonesia yang lahir, yaitu Sampingan, Robin, Base, dan Bubays. “Untuk ekspansi di Indonesia ini, Antler setidaknya bisa membantu 20 startup untuk beroperasi setiap tahunnya. Tapi tidak menutup kemungkinan jumlahnya lebih atau kurang, tergantung kondisi lokal,” jelas Jussi.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Noverius Laoli

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1470

Close [X]
×