kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Petani kopi butuh edukasi untuk menjaga konsistensi kualitas biji kopi


Sabtu, 13 Oktober 2018 / 07:00 WIB

Petani kopi butuh edukasi untuk menjaga konsistensi kualitas biji kopi

KONTAN.CO.ID - Geliat industri kopi di tanah air masih terus berkembang. Hal tersebut terbukti dari banyaknya kedai kopi yang terus bermunculan di berbagai kota. Bahkan, tak hanya di kota besar, kedai kopi juga ditemui di kota-kota kecil.  Minum kopi atau ngopi saat ini bukan hanya soal rasa, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. 

Ngopi sebagai gaya hidup secara otomatis menghidupkan kembali pasar industri kopi yang sempat redup beberapa tahun lalu. Meningkatnya bisnis hilir kopi ini tentu membuat permintaan bahan baku berupa biji kopi makin tinggi. Kondisi ini melahirkan tantangan tersendiri bagi para pelaku di bagian hulu yang tidak lain adalah para petani kopi. 
 
"Sebab, separuh penentu kualitas biji kopi adalah andil dari petani itu sendiri. Lalu sisanya baru dari pengaruh cuaca dan tanah," kata Oki Heru Satmoko, Head of Production and Quality Control PT Wibrosky Coffee saat ditemui KONTAN di kawasan JCC, pekan lalu. 
 
Ia berpendapat, peran petani sangat dibutuhkan dalam perkembangan industri kopi tanah air saat ini. Para petani sebagai tonggak di bagian hulu dituntut untuk bisa mengikuti perkembangan dan memenuhi tuntutan pasar. Mau tidak mau, peran petani pun menjadi penting dan sentral untuk menghasilkan kopi yang berkualitas. 
 
"Tantangan saat ini adalah bagaimana produk biji kopi dari para petani ini bisa memenuhi kualitas yang dibutuhkan oleh pelaku industri lain. Otomatis memenuhi standar kualitas pasar," tuturnya. 
 
Selain itu, sebagai pelaku industri, ia mengatakan fokus utama saat ini adalah mengedukasi petani agar bisa mempertahankan konsistensi rasa dan kualitas dari tahun ke tahun. Hal tersebut juga menjadi tantangan berat bagi para pelaku industri. 
 
Hal serupa juga dilontarkan oleh Endik Kuswoyo, penulis skenario film dokumenter Viva Barista. Saat terjun langsung dari satu kebun kopi ke kebun kopi lainnya, ia menemukan fakta bahwa sebagian besar petani kopi masih belum sadar akan pentingnya menjaga standar kualitas. Maka, tak heran di beberapa daerah, biji kopi yang sebenarnya punya rasa otentik, dibeli dengan harga yang sangat murah. 
 
"Kebanyakan petani hanya pasrah pada cuaca. Mereka belum bisa mengukur jika cuaca hujan harus dijemur berapa lama. Prosesnya juga mereka lakukan seperti biasa, tanpa ada pengukuran. Mereka belum memahami jika proses ini akan pengaruh pada kualitas biji kopi," tuturnya. 
 
Endik lanjut menjelaskan, para petani kopi di beberapa daerah belum banyak yang memahami soal standar kualitas yang dibutuhkan oleh industri. Meski ada pula beberapa petani kopi yang sudah paham bagaimana cara menjaga kualitas produk biji kopi mereka. Jika memahami kualitas yang dibutuhkan industri, diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup petani kopi itu sendiri.    


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.



Close [X]
×