Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.075
  • EMAS656.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Potensi mengembang bunga andalan dekorasi kembang

Sabtu, 05 Januari 2019 / 07:00 WIB

Potensi mengembang bunga andalan dekorasi kembang


KONTAN.CO.ID - Berkembangnya bisnis dekorasi membuat permintaan bunga potong terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu jenis bunga potong yang kerap digunakan dalam rangkaian dekorasi bunga adalah bunga peacock atau sering juga disebut sebagai bunga pikok. Bunga ini kerap kali kita jumpai dalam ragam rangkaian bunga. Fungsinya adalah sebagai pelengkap untuk bunga potong yang lainnya.

Bunga berukuran mungil dengan mahkota berwarna ungu, putih, dan merah muda ini sering digunakan sebagai bunga pengisi dalam dekorasi. Dengan adanya bunga pengisi, maka sebuah dekorasi atau rangkaian bunga terlihat penuh. Kesan penuh dalam dekorasi bunga sangat penting agar terlihat indah dipandang.

Faktor inilah yang membuat permintaan bunga pikok semakin tinggi seiring dengan menjamurnya tawaran jasa dekorasi. "Beberapa hari sebelum saya panen pikok, pasti banyak yang sudah pesan. Sebagian besar berasal dari para pelanggan florist," ujar Joko Utomo, petani bunga potong asal desa Gunungsari, kota Batu, Jawa Timur.

Ia menjelaskan dengan adanya bunga pengisi seperti pikok, maka bunga utama bisa terlihat mencolok dan menjadi fokus. Rangkaian buket yang biasanya memakai bunga pikok adalah rangkaian bunga yang menjadi hadiah pada momen-momen tertentu. Seperti wisuda, kenaikan pangkat, hingga pernikahan.

Ia biasanya menjual satu ikat berisi 20 tangkai bunga pikok seharga Rp 25.000. Pelanggannya berasal dari sekitar Malang. Tapi juga ada yang dari Kediri, Blitar, Surabaya, Bali, hingga Yogyakarta hingga Jakarta.

Saat panen tiba, ia bisa menghasilkan hingga 5.000 tangkai bunga pikok. "Dan biasanya langsung habis oleh para pelanggan serta pembeli yang lainnya," jelasnya.

Potensi budidaya bunga pikok juga diakui oleh Januar, petani bunga potong asal Ciamis, Jawa Barat. Maklum, bunga warna-warni tersebut saat ini menjadi salah satu jenis bunga potong yang cepat habis dibeli oleh konsumen.

Sama seperti Joko, ia juga sudah memiliki pelanggan sendiri yang siap menampung hasil panen. Yakni berasal dari sekitar Ciamis, Bandung, Bogor, Tangerang, Jakarta, hingga Lampung. Apalagi bunga pikok ini termasuk salah satu bunga yang jarang ada di pasaran.

Tak jarang, ia sampai harus menolak permintaan dari konsumen yang ingin mendapatkan bunga tersebut.  "Memang pikok ini jarang ada stoknya, Saya lumayan sering menolak permintaan dari konsumen," katanya.

Januar menjual satu ikat bunga pikok berisi 10 tangkai sebesar Rp 15.000. Dalam sekali panen, ia bisa mendapat 10.000 sampai 20.000 tangkai. Pelanggannya dari kalangan florist.       


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0040 || diagnostic_api_kanan = 0.0775 || diagnostic_web = 3.2679

Close [X]
×