kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Produk Kebaya dan Fesyen Muslimah yang Lahir dari Kemandirian


Sabtu, 10 Januari 2026 / 07:15 WIB
Produk Kebaya dan Fesyen Muslimah yang Lahir dari Kemandirian
ILUSTRASI. Kebaya dan busana muslim Beningjaya (Dok/Beningjaya)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekad untuk hidup mandiri kerap menjadi pedoman seseorang saat mendirikan usaha.  Inilah yang menjadi dasar Yulis Manevia kala mendirikan usaha fesyen muslimah dengan label Beningjaya Kebaya & Fashion.

Bagi Yulis, Beningjaya bukan sekadar bisnis fesyen. Usaha ini lahir dari perjalanan personal sekaligus tanggung jawab hidup. "Bisnis ini lahir sebagai bentuk tanggung jawab saya untuk berdiri di atas kaki sendiri," ujar Yulis, yang berstatus sebagai orang tua tunggal (single mom).

Usaha ini bermula dari skala kecil, dengan keterbatasan modal dan waktu. Di tahap awal, hampir seluruh proses dijalani sendiri, mulai dari memilih bahan, mengawasi produksi, hingga melayani pembeli.

Sejak awal berdiri, Beningjaya memosisikan diri sebagai merek yang menggabungkan nilai tradisi dan kebutuhan pasar. Yulis secara konsisten mengikuti perkembangan motif dan tren busana agar koleksi yang dihadirkan tetap relevan dan memberi pengalaman baru bagi pelanggan.

Baca Juga: Padu Padan Tenun Badui yang Kekinian

Tak hanya dari sisi desain, Beningjaya juga menaruh perhatian besar pada pengalaman berbelanja. Pelayanan personal dan ragam koleksi kebaya menjadi strategi utama agar produk dapat diterima oleh berbagai segmen konsumen, baik pasar domestik maupun luar negeri.

Nilai utama yang dijaga Beningjaya adalah menghadirkan busana yang nyaman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan muslimah.

Sebagai perempuan dan ibu, Yulis memahami bahwa busana tidak hanya harus indah, tetapi juga fungsional dan pantas digunakan dalam berbagai aktivitas.

Baca Juga: Sulaman Bali yang Dipakai Taylor Swift

Dengan proses yang tidak instan, Beningjaya Kebaya & Fashion terus menunjukkan pertumbuhan. Saat ini, Beningjaya telah memiliki beberapa toko fisik serta didukung sistem penjualan online yang aktif.

Namun bagi dia, perkembangan bisnis tidak semata diukur dari jumlah gerai. Lebih penting adalah kemampuan usaha ini menjadi sumber penghidupan yang stabil bagi keluarga dan tim yang terlibat di dalamnya.

Dari sisi kinerja, penjualan Beningjaya dalam satu bulan dapat mencapai ribuan potong busana. Omzet yang dibukukan berada di kisaran ratusan juta rupiah per bulan, dengan peningkatan signifikan pada periode musiman seperti Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Fulus dari Manisnya Produk Gula Aren

"Lebih dari angka, pencapaian terbesar bagi saya adalah bisa bertahan dan terus berkembang meski memulai dari kondisi yang tidak mudah," kata Yulis.

Melihat ke depan, dia optimistis pasar fesyen muslimah masih sangat luas dan menjanjikan. Ia menilai permintaan terhadap busana yang menggabungkan unsur budaya, kenyamanan, dan nilai religius akan terus tumbuh.

Ke depan, Beningjaya tidak hanya ditargetkan tumbuh dari sisi omzet, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan, khususnya bagi perempuan yang ingin mandiri secara ekonomi.

Baginya, Beningjaya adalah cerminan perjalanan hidupnya. Sebuah usaha yang dibangun bukan dari kelebihan, melainkan dari tanggung jawab dan keyakinan bahwa perempuan mampu bertahan dan berkembang,

Selanjutnya: Kabinet Makin Gemuk, Belanja Kementerian/Lembaga Lampaui Target

Menarik Dibaca: Panduan Lengkap Menggunakan Fitur Live Photos di Aplikasi TikTok

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×