kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.599
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,33%

Produsen jas hujan diguyur pesanan berlipat jelang musim hujan

Minggu, 04 November 2018 / 06:30 WIB

Produsen jas hujan diguyur pesanan berlipat jelang musim hujan



KONTAN.CO.ID - Meski terlambat datang, hujan-hujan yang mengguyur beberapa hari terakhir menjadi penanda bahwa musim hujan telah tiba. Musim inilah waktu yang ditunggu-tunggu para produsen jas hujan. Pasalnya, permintaan jas hujan bakal meroket dari bulan-bulan biasanya.

Eka Riski Indriyani, produsen jas hujan bermerek Sheba asal Tangerang, Banten mengamini hal tersebut. Memasuki musim hujan, permintaan jas hujan buatannya bisa naik sampai empat kali lipat dari bulan biasa atau saat kemarau.

Di musim hujan, biasanya permintaan mencapai 1.200-1.800 helai. "Sejumlah agen sudah mulai mengambil barang sejak bulan September karena konsumen sudah banyak mencari jas hujan di bulan Oktober," jelasnya pada KONTAN.

Puncak belanja konsumen akan terjadi pada pertengahan bulan Desember. Melewati pengujung tahun permintaan masih akan tinggi, hingga bulan April atau Mei, menjelang musim kemarau.

Dengan tingginya permintaan jas hujan, perempuan berusia 27 tahun ini optimistis dapat mencapai target penjualan sebesar 36.000 sampai 40.000 jas hujan sepanjang tahun 2018. Tercatat sampai dengan bulan Oktober, prosentase penjualan sudah mencapai 60% dari target.

Untuk memenuhi seluruh kebutuhan pasar tersebut, Eka yang mempekerjakan 25  karyawannya mulai meningkatkan produksinya sekitar 30% sejak bulan September.

Dia mengaku, peningkatan produksi akan dilakukan secara bertahap dengan melihat jumlah kebutuhan pasar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan gudang.

Jas hujan Sheba dijual dengan kisaran mulai dari Rp 325.000 sampai 375.000 per buah. Konsumennya datang dari seluruh Nusantara, namun Jabodetabek dan Kalimantan menjadi Dominasi pelanggan yang paling banyak membeli produknya.

Bimo Atiflu, founder sekaligus owner Ame Raincoat merasakan hal yang sama. Selama musim hujan, permintaan konsumen dapat meningkat sampai dua kali lipat dari bulan biasa yang mencapai ratusan stel jas hujan.

"Kebanyakan konsumen belanja saat hujan sudah datang satu minggu berturut-turut," katanya. Namun, puncak belanja konsumennya pada akhir tahun.

Laki-laki 25 tahun ini mengatakan, tidak lantas menaikkan jumlah produksinya saat permintaan tinggi. Keterbatasan bahan baku jas hujan jadi alasannya. Ame Raincoat menggunakan bahan polyester khusus. Selain itu, dia juga harus menyesuaikan jumlah penjualan per bulannya.

Sebagai pemain baru, Bimo memilih bermitra dengan konveski di Bandung untuk memproduksi seluruh koleksi jas hujannya.

Dia membanderol harga jas hujannya mulai dari Rp 425.000 sampai Rp 499.000 per helai. Konsumennya di dominasi dari Jakarta, Surabaya, Medan, dan kota besar lainnya.         


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0711 || diagnostic_web = 0.3899

Close [X]
×