kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.009.000 0,70%
  • RD.SAHAM -1.08%
  • RD.CAMPURAN -0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Prospek bisnis e-commerce B to B dinilai masih cerah


Senin, 07 September 2020 / 16:55 WIB
Prospek bisnis e-commerce B to B dinilai masih cerah
ILUSTRASI. Belanja online. KONTAN/Muradi/2020/05/12

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri e-commerce diyakini punya peluang pertumbuhan bisnis yang besar. Celah bisnis ini pun disebut masih cukup luas untuk dieksplorasi oleh para pemainnya. Termasuk untuk masuk ke segmen e-commerce B to B.

Salah satu pemain yang memutuskan masuk ke segmen ini adalah e-commerce milik Telkom yakni BLANJA.com. E-commerce yang dikelola Telkom dan eBay ini mengumumkan adanya perubahan strategi bisnis yang dilakukan, sehingga terhitung mulai 1 September 2020 seluruh kegiatan pembelian di portal tersebut akan dihentikan.

Direktur Digital Business Telkom, Fajrin Rasyid menjelaskan sejalan dengan program transformasi perusahaan, terhitung 1 Oktober 2020 Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui transaksi B2B.

Baca Juga: Punya penghasilan Rp 3 juta per bulan? Ini cara daftar Traveloka Paylayter Card

Melihat hal ini, pengamat telekomunikasi Doni Ismanto Darwin menyatakan bisnis e-commerce terutama di sektor C2C memang lumayan keras karena masyarakat masih menjadikan promosi berupa cashback, diskon, hingga subsidi ongkos pengiriman sebagai daya tarik berbelanja.

"Harus dipahami sebagai listed company dan BUMN, Telkom itu tetap orientasinya EBITDA dan Net Income positif dalam mengoperasikan bisnis. Sementara bisnis e-commerce ini yang diincar Gross Market Value (GMV) yang butuh dana besar sebagai bensinnya, tetapi EBITDA dan Net Income belum tentu positif. Melirik lucrative market seperti B2B yang lebih bisa dikelola supply chain tentu langkah rasional jika Telkom masih mau bermain di e-commerce," katanya.

Pengamat ekonomi digital Ignatius Untung menilai jika dilihat kategori di mana BLANJA.com bermain memang ramai dan ketat persaingannya.

Baca Juga: 10 Mobil bekas yang lebih murah dibandingkan harga motor Scoopy baru



TERBARU

[X]
×