kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Prospek usaha mi pedas sudah tidak hot lagi


Sabtu, 07 September 2019 / 09:00 WIB

Prospek usaha mi pedas sudah tidak hot lagi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mi merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Dari anak kecil, remaja, hingga orang tua adalah penikmat makanan dari tepung terigu ini.

Selain mengenyangkan layaknya nasi, mi juga nikmat kalau dipadukan dengan berbagai pelengkap. Mulai daging, sayuran, telur, bakso, pangsit, juga kerupuk.

Pamor mi makin meningkat saat tren makanan bercita rasa pedas menjangkiti pasar kuliner Tanah Air sejak beberapa tahun lalu. Tak ayal, mi berlabel pedas dengan beragam variasi di dalamnya membuat orang penasaran dan ingin mencicipinya.

Faktor ini pula yang akhirnya membuat peluang bisnis kuliner mi pedas bertingkat atau berlevel bermunculan.  Banyak juga dari pebisnis yang membuka kemitraan usaha kuliner mi pedas berlevel yang mereka rintis sejak beberapa tahun lalu.

Kemunculan bisnis kuliner mi pedas berlevel yang kian marak membuat kompetisi  menjadi ketat. Terlebih, sekarang mulai bermunculan kuliner pedas lainnya. Alhasil, tren bisnis mi pedas bertingkat sedikit meredup dalam dua tahun terakhir.

Rubrik Review Waralaba KONTAN kali ini akan membahas tiga pelaku usaha mi pedas berlevel dalam menghadapi kondisi tersebut. Yakni, Mie Pedas Njerit, Mie Mister Hot, Mie Gubrakkk. Berikut ulasannya:

Mie Pedas Njerit

Bisnis ini sudah Diestha Cindy Martha rintis sejak 2014 di Madiun, Jawa Timur. Dia menyajikan mi dengan berbagai pilihan tingkat kepedasan. Lebih spesifik lagi adalah mi kuah dan mi goreng, dengan memberi pilihan kepedasan, mulai level 1 ( 2 cabai) hingga level 20 (150 cabai).

Diestha bilang, harga mi di gerai miliknya cukup kompetitif, mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per porsi. Ia menawarkan banyak varian, misalnya, Mie Setan Original, Mie Vampir, Mie Crispy, Mie Kuah, Mie Ramen, Mie Samyang, Mie Tomyam, Mie Curry, Mie Mozarella. Ada juga aneka nasi goreng, dimsum, serta snack lainnya sebagai hidangan penutup.

KONTAN pernah mengulasnya tahun 2018. Ketika itu,  Diestha sudah menggandeng sekitar 50 mitra aktif. Sekarang, mitra yang bergabung bertambah menjadi 78 partner yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Lampung, Jambi, Sulawesi Selatan, Bali, Lombok, dan daerah lain.

"Penambahan mitra cukup terlihat, sekitar 28 mitra. Saya berharap, akhir tahun bisa genap 100 gerai mitra di seluruh Indonesia," katanya kepada KONTAN pekan ini.
Tawaran paket kemitraan dari Mie Pedas Njerit sampai saat ini belum mengalami perubahan alias masih sama dari tahun ke tahun. Ada tiga paket kemitraan yang Diestha tawarkan, masing-masing dengan nilai Rp 25 juta, Rp 50 juta, serta Rp 70 juta.

Dengan paket tersebut, mitra akan mendapat ragam fasilitas, seperti perlengkapan dapur termasuk kompor, piring, gelas, meja kasir, kipas angin, speaker musik, cat mural, materi promosi, bahan baku awal, kulkas, dan frezeer. "Kami belum ada perubahan paket, masih sama tahun sebelumnya," ujarnya.

Mengenai kendala yang Mie Pedas Njerit alami, Diestha bilang, sejauh ini tidak ada yang serius. Hanya saja, karena ini merupakan usaha yang merekrut sumber daya manusia (SDM) tanpa syarat apapun, seringkali sulit mendapat karyawan yang setia dan konsisten untuk bekerja.

"Kendala kami yang paling sulit di SDM saja, karena mereka biasanya suka datang dan pergi tiba-tiba, sehingga kerap mengganggu jalannya bisnis," ucap Diestha.

Mie Mister Hot

Pelaku usaha kemitraan mi pedas lainnya adalah Dwi Setiawan yang mengusung merek Mie Mister Hot. Berdiri pertama kali di Semarang, Jawa Tengah, pada 2009 lalu dan menawarkan kemitraan semenjak tahun 2014.

Saat KONTAN mengupas pada 2016 lalu, Mie Mister Hot baru memiliki tujuh gerai mitra yang berada di Jakarta, Pekalongan, Kuningan, Bali, Karawang, Cikarang, dan Bekasi. Sementara satu gerai milik pusat di Semarang.

Tiga tahun berselang, Dwi tidak lagi menawarkan kemitraan. "Sudah tidak buka kemitraan. Tapi, gerai-gerai yang sudah ada tetap berjalan, kami tetap dukung beberapa bahan bakunya," katanya.

Sebelum menutup tawaran kemitraan, sejatinya gerai Mie Mister Hot bertambah menjadi 10 outlet. Dwi menghentikan tawaran kemitraan lantaran tren mi pedas yang meredup mulai 2017 lalu. Ini membuat pasar menurun dan berpengaruh ke omzet. "Tren mi pedas sudah tidak booming seperti dulu, peminatnya turun juga," ujar dia.

Dengan kondisi tersebut, Dwi tetap berupaya mempertahankan gerai pusat juga mitra biar terus aktif.

Sebelumnya, Mie Mister Hot menawarkan paket investasi sebesar Rp 50 juta. Paket tersebut sudah termasuk franchise fee Rp 25 juta selama lima tahun, bahan baku bumbu sebanyak 500 porsi, peralatan dan perlengkapan usaha, media promosi, serta pelatihan karyawan. Targetnya, mitra bisa menjual 150 hingga 200 porsi saban hari.

Mie Mister Hot menyediakan 37 varian makanan, seperti mi dengan level pedas 6–12, paket nasi dan ayam penyet pecak, nasi goreng, serta dimsum. Serta ada 14 jenis minuman. Banderol harganya untuk menu makanan mulai Rp 9.000 hingga Rp 20.000 per porsi. Sedangkan harga minuman mulai Rp 3.000 hingga Rp 12.000.

Mie Gubrakkk

Pemilik Mie Gubrakkk adalah Asri Satriana. Jika Mie Mister Hot sudah tak membuka kemitraan lagi tapi tetap berjalan, berbeda dengan Mie Gubrakkk. "Mie Gubrakkk milik saya sudah tutup sejak 2017," ungkap Asri.

Dia menjalankan bisnis ini sejak Januari 2013 bersama suaminya, Gogor Gubhah. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada pertengahan 2013, ia mulai menawarkan kemitraan usaha.

KONTAN menulis bisnis Mie Gubrakkk pada April 2016, dan saat itu ada enam mitra di Semarang dan Yogyakarta yang bergabung.

Paket kemitraan yang Mie Gubrakkk tawarkan adalah paket small senilai Rp 25 juta hingga Rp 35 juta, kemudian paket medium senilai Rp 60 juta sampai Rp 75 juta. Mie Gubrakkk menerapkan sistem keuangan syariah dalam kemitraan ini. Semua biaya investasi yang dikeluarkan akan diketahui dan ditentukan kedua belah pihak.

Kedai ini menyajikan mi sebagai menu utama dengan beberapa tingkat kepedasan, dari level tiga sampai sembilan serta plus-plus. Ada pilihan taburan atawa topping, seperti potongan daging ayam, jamur, dan daging sapi.

Selain itu, ada juga makanan berat lainnya yang Mi Gubrakk tawarkan. Yaitu, nasi goreng dengan pilihan campuran bakso, sosis, kornet, telur, atau rendang.
Harga jualnya bervariasi, tergantung lokasi gerai. Di Semarang, harga makanan utama di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 13.000 per porsi. Sedang harga aneka minuman mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 10.000 per gelas.

Asri menghitung, kalau dalam sehari bisa menjual 100 mangkok mi ayam dengan harga per porsi Rp 8.000,  Dari situ, mitra bisa mendapatkan omzet Rp 700.000 sehari atau Rp 21 juta per bulan.

Asri menerapkan sistem bagi hasil 60:40 untuk mitra dan pusat. Dari situ, sebesar 10% untuk sedekah.             


Reporter: Elisabeth Adventa, Ratih Waseso, Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0008 || diagnostic_web = 0.1610

Close [X]
×