Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.493
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS659.000 0,61%

Punya rumah unik, kelomang punya banyak penggemar

Sabtu, 29 September 2018 / 07:30 WIB

Punya rumah unik, kelomang punya banyak penggemar

KONTAN.CO.ID - Membawa rumahnya ke mana pun, membuat kelomang darat alias umang-umang nampak berbeda dari hewan lainnya. Bentuk rumah yang unik dengan warna-warni yang khas membuatnya nampak menarik dan menggemaskan.

Bagi sebagian orang, kelomang sering dijadikan obyek permainan adu lari. Sederhana tapi mengasyikkan, karena sebagian kelomang suka malu-malu, bersembunyi di balik rumahnya tak bergerak samasekali.

Namun, belakangan, hewan yang tidak memiliki tulang belakang ini kembali populer. Tidak hanya di kalangan anak-anak tapi juga orang dewasa sampai manula.

Stefanus Sugianto, penggemar kelomang asal Surabaya, Jawa Timur mengaku, kini banyak orang mulai menyukai hewan ini. Penampilannya yang fashionable cukup menarik perhatian. "Mereka (Kelomang) sukanya pakai baju bagus, ganti-ganti sesuka hatinya," katanya pada KONTAN.

Selain sebagai penggemar, laki-laki yang lebih akrab disapa Stef ini juga mengadopsikan umang-umang miliknya. Biasanya, dia akan mengenakan biaya ganti perawatan kepada para pengasuh baru.

Tarifnya mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 100.000 per ekor. Pelanggannya pun tidak hanya dari dalam kota pahlawan tapi juga daerah lainnya seperti Medan, Bali, dan lainnya.

Memastikan hewan-hewannya tidak mati dan lemas selama perjalanan, dia menggunakan cara pengemasan khusus dan menjamin makanan dan minuman selalu tersedia.

Pemain lainnya adalah Tony Wicaksono asal Surabaya, Jawa Timur. Dia mengakui masyarakat mulai menyukai umang-umang dan menjadikan hewan peliharaan sejak tiga tahun lalu.

Para adopternya pun berasal dari Sabang sampai Marauke. "Biasanya sebelum mengambil umang dari saya, mereka (adopter) konsultasi dulu dan saat sudah berpindah tangan mereka tetap masih suka tanya-tanya masalah perawatan dan lainnya," katanya.

Umang-Umang miliknya dilepas dengan harga terjangkau mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 250.000 tergantung jenis, ukuran, dan umur. Saat ini dia memiliki ratusan umang yang siap diadopsi. Sayangnya, dia enggan menyebutkan jumlah umang-umang yang sudah dialihkan kepada para pemilik baru.  

Sekedar info, Tony mulai mengadopsikan koleksinya sekitar tiga tahun lalu. Dia pun mengkoleksi sekitar 20 ekor umang-umang yang di pelihara dalam tiga crabitat (akuarium).

Keduanya aktif dalam ajang pemeran hewan peliharaan dan lainnya. Melalui acara tersebut mereka ingin mengenalkan kelomang kepada khalayak luas secara lebih dekat.       


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0014 || diagnostic_api_kanan = 0.0490 || diagnostic_web = 0.3963

Close [X]
×