kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ratusan miliar dana investor mengalir deras ke startup kopi


Selasa, 12 November 2019 / 10:03 WIB
Ratusan miliar dana investor mengalir deras ke startup kopi
ILUSTRASI. Dokumentasi Kopitani.id. Kopitani, startup jembatan pecinta kopi dan petani kopi

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Konsumsi kopi di Indonesia terus meningkat, dan para perusahaan rintisan (startup) kedai kopi mengambil keuntungan dari tren ini. Di balik itu, ada peranan investor besar yang rela keluarkan kocek fantastis untuk mencicipi gurihnya bisnis kopi.

Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa sampai 2016 konsumsi kopi nasional sekitar 250.000 ton, naik 10,54% secara tahunan. Diperkirakan konsumsi kopi sepanjang tahun 2016 – 2021 tumbuh rata-rata 8,22% per tahun.

Baca Juga: Laba Askrindo Syariah tumbuh 85,8% menjadi Rp 26,17 miliar di kuartal III 2019

Dengan potensi itu, perusahaan modal ventura berani jor-joran memberikan pendanaan ke startup kedai kopi di Indonesia. Ambil contoh saja, Fore Coffee dan Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan berjumlah fantastis hingga ratusan miliar.

Pada Januari 2019, Fore Coffe raih dana segar sebesar Rp 127 miliar dari East Ventures, SMDV, Pavilion Capital, Agaeti Venture Capital, Insignia Ventures Partners dan lainnya.

Sedangkan Kopi Kenangan mendapatkan suntikan dana sebanyak dua kali, Alpha JWC Venture Rp 121,6 miliar (2018) dan Sequio India Rp 282 miliar (2019).

Pendanaan fantastis ke startup kopi memang mengejutkan. Bagaimana, perusahaan kopi yang baru merintis dipercayai untuk mengelola dana begitu besar. Tapi itu semua tidak mengherankan, ketika kopi menjadi tren dan investor lebih mempercayai kedai kopi kekinian yang mengandalkan pemasaran lewat teknologi.

Baca Juga: Industri mamin domestik siap unjuk gigi di SIAL Intefood 2019

Startup kedai kopi menggaet loyalitas pelanggan melalui aplikasi seluler, di mana proses pembelian kopi dengan membuka aplikasi di ponsel, memilih menu kemudian melakukan pembayaran. Dengan begitu, kehadiran teknologi telah memberikan kemudahan, kecepatan serta kenyamanan mereka untuk berbelanja.

East Ventures yang merangkap sebagai investor sekaligus pendiri Fore Coffe menyadari betul pentingnya teknologi lewat penggunaan aplikasi.

Sebegitu pentingnya, sebagian dana segar yang mereka peroleh digunakan untuk mengembangkan teknologi aplikasi. Menurut Partner East Ventures Melisa Irene, melalui kehadiran aplikasi itu pemesanan kopi ke pelanggan jauh bisa lebih mudah.

Baca Juga: Pasar syariah kini mulai jadi incaran para UMKM lokal

“Tentunya Fore coffee adalah wujud rupa dari matangnya digital ekosistem di Indonesia. Sekarang order ready to drink item sudah bisa melalui aplikasi, bisa order dan bayar dulu, kemudian di pick up setelah jadi, bisa juga langsung di antar ke lokasi,” kata Melisa.




TERBARU

×