kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Sapi Brahman: Perawatan bibit menentukan (2)


Selasa, 02 Oktober 2012 / 19:34 WIB
Sapi Brahman: Perawatan bibit menentukan (2)
ILUSTRASI. Bernard Arnault kembali rebut posisi orang terkaya dunia dari Jeff Bezos


Sumber: Kontan 3/10/2012 | Editor: Havid Vebri

Budidaya sapi brahman cross tidak sulit. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan pakan, kesehatan, dan kondisi kandang. Marcell Diaz, peternak sapi brahman di Tangerang, Banten mengatakan, usaha peternakan sapi brahman bisa dimulai dari membeli bibit atau sapi bakalan usia empat hingga enam bulan.

Pemeliharaan sapi bakalan ini merupakan periode penting yang menentukan kesuksesan beternak sapi brahman. Makanya, peternak harus menaruh perhatian penuh terhadap sapi bakalan ini, setidaknya sampai usianya menginjak satu tahun. Hal itu penting agar perkembangan selanjutnya bagus.
"Akan terlihat dari tulang kakinya, kalau tulang kakinya kokoh otomatis nanti badan sapinya bisa dibesarkan maksimal," jelas Marcell.

Jika sejak muda tulang kaki sapi brahman sudah tidak bagus, maka saat besar tidak akan sanggup menopang bobot tubuhnya yang sangat berat. Hal ini bisa mengakibatkan kelumpuhan.

Supaya proses breeding atau penggemukan berlangsung baik, peternak juga perlu memperhatikan kondisi pakan. Makanan yang baik buat sapi brahman berupa rumput, umbi-umbuan, dan sedikit tambahan konsentrat.

Pemberian pakan harus rutin pada pagi, siang, sore dan malam hari. Dalam sehari, seekor sapi bisa menghabiskan 40 kilogram (kg) pakan. Dengan pakan sebanyak itu, sapi bisa tumbuh mulai dari satu hingga dua kg per hari.

Elisabet Astilia, Marketing PT Prima Mahesa Unggul di Sentul, Bogor, Jawa Barat menambahkan, kondisi kesehatan juga mempengaruhi pertumbuhan sapi. Karena itu, pemeriksaan kesehatan harus rutin dilakukan agar. 

Kondisi kandang juga harus memadai. Menurut Marcell, peternak harus membuat tiga macam kandang. Yakni  kandang khusus bibit, kandang penggemukan, dan kandang sapi dewasa. Selain itu, ada juga kandang exercise untuk sapi berlatih berjalan. Lebih baik jika peternak memiliki ladang rumput sendiri, sehingga sapi bisa belajar jalan.        

Menurut Elisabet, masa penggemukan sapi brahman cukup tiga bulan. Selama masa itu, berat badan sapi bisa mencapai 100 kilogram (kg). Dengan berat itu sapi sudah bisa dijual.       

(Selesai)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×