kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.325
  • EMAS681.000 0,89%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Selain cantik daunnya, peluang bertanam anubias juga menarik

Sabtu, 25 Agustus 2018 / 10:05 WIB

Selain cantik daunnya, peluang bertanam anubias juga menarik

Anubias bisa tetap hidup tanpa CO2 dan minim pupuk

Dapat bertahan hidup tanpa aliran gas karbondioksia (CO2) menjadi keunggulan anubias. Sifatnya yang adaptif membuat banyak penggemar aquascape memburunya. Tak hanya itu, tanaman air ini juga memiliki daya tarik pada daunnya. Keindahan daun anubias akan mempercantik isi akuarium.  

“Instalasi CO2 biasanya mahal, jadi anubias ini biasanya cocok buat aquascaper pemula. Dan tidak perlu pasir atau tanah buat menanam anubias, cukup batu atau kayu,” jelas Zukifli Maulana, pembudidaya sekaligus pemilik Anubias Jogja asal Bogor, Jawa Barat.

Meski anubias tidak memerlukan CO2 untuk bertahan hidup, Zukifli mengatakan, pemberian CO2 pada tanaman anubias pun tidak menjadi masalah. Justru tanaman tersebut bisa tumbuh lebih cepat dan warna daunnya nampak lebih segar. Anubias juga bisa bertahan hidup lebih lama dengan tambahan CO2.

Selain itu, anubias juga bisa tetap hidup tanpa pemberian cairan nutrisi atau pupuk pada tanaman. “Pada dasarnya, anubias ini perawatannya sederhana. Tidak perlu CO2 dan pupuk, tapi kalau mau diberi ya justru bakal lebih bagus tumbuhnya,” ujar Zulkifli.

Nanang Pratama, petani anubias asal Ciamis, Jawa Barat juga mengatakan, anubias adalah tanaman akuatik paling mudah perawatannya. Di samping tidak perlu CO2 dan aplikasi pupuk yang rutin, anubias juga tahan terhadap segala cuaca, asalkan kondisi suhu dijaga tetap lembab. Anubias juga tak butuh banyak cahaya agar bisa tumbuh.

“Harus tetap lembab udaranya, minimal kena air sedikitlah. Tapi anubias ini termasuk kuat juga. Saya pernah kirim ke Papua dalam keadaan kering, tanpa air, sampai sana bisa tetap hidup,” kata Nanang.

Menurut Nanang dan Zulkifli, hanya ada satu penyakit yang membahayakan anubias, yaitu jamur. Dalam keadaan lembab, infeksi jamur kerap mengintai tanaman berdaun ini. Jika sudah terinfeksi jamur, penyebarannya cepat hingga mematikan anubias. Maka, sangat penting untuk menjaga kebersihan air dalam akuarium.

“Air harus rajin diganti, minimal tiap dua hari sekali. Akuarium juga harus dikuras dan dibersihkan,” tutur Zulkifli. Ia menjelaskan, penggantian air tak dilakukan seluruhnya, tapi hanya setengah bagian. Maksudnya, setengah air lama dan hanya setengah bagian yang diganti air baru.

Air yang dimasukkan ke dalam akuarium juga harus steril. Pemberian air harus dikondisikan terlebih dulu, yakni dengan menghangatkan air dan mendiamkannya selama satu malam. “Air bisa dihangatkan dengan heater, lalu disimpan tertutup selama satu malam, baru bisa digunakan,” jelasnya.


Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0672 || diagnostic_web = 0.3455

Close [X]
×