kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Selain indah, seni potong tempel datangkan fulus


Jumat, 08 September 2017 / 09:25 WIB
Selain indah, seni potong tempel datangkan fulus

Reporter: Nisa Dwiresya Putri, Tri Sulistiowati | Editor: Johana K.

Pelaku lainnya adalah Rizki Amal. Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya ini telah mengenal seni kolase kertas sejak menduduki bangku sekolah menengah atas, saat mengikuti mata pelajaran keterampilan. Sempat ditawari membuat satu karya kolase kertas lagi oleh guru keseniannya, Rizki menolak lantaran tidak percaya diri.

Menjelang tahun 2016 karena kangen untuk membuat prakarya dengan tangan sendiri, Rizki kembali mencoba membuat kolase kertas. Awal tahun 2017, Rizki baru menyadari banyak temannya sesama mahasiswa memiliki pemasukan selain kiriman orang tua. Ia memilih kolase kertas sebagai pemasukan sampingannya.

"Karena hanya bisa bikin keterampilan saya coba kembali kolase. Waktu itu saya bikin untuk saudara saya dan responnya juga bagus, jadi mulai dari situ kolase ini ditekuni," ungkap Rizki kepada KONTAN.

Rizki sendiri membanderol karya seninya dengan harga Rp 135.000 untuk ukuran A5 dan Rp 270.000 untuk kolase yang menggunakan bidang seluas A4. Namun harga dapat naik bila tingkat kerumitan dari pola yang akan dibentuk semakin tinggi. Usaha sampingan mahasiwa ini sudah meraup omzet Rp 500.000 setiap bulan.

"Awalnya saya membanderol Rp 75.000 untuk A5 dan Rp 150.000 untuk ukuran A4. Namun saudara saya yang juga pebisnis menyarankan untuk menaikan harga mengingat nilai seni dan tingkat kerumitan kolase," tutur Rizki

Agar dapat selesai tepat waktu Rizki memberikan rentang waktu penyelesaian selama satu hingga dua minggu kepada konsumennya. Padahal menurut Rizki jika tingkat kerumitan sederhana, ia dapat menyelesaikan kolase berukuran A5 dalam kurun waktu tiga hingga empat hari tanpa mengerjakan aktivitas lainnya.

Rizki sendiri menargetkan konsumennya merupakan remaja dan mahasiswa sehingga pemasaran dilakukan melalui sosial media Instagram. Akunnya @ruang_kece. Walau terbilang baru pada Mei 2017, Rizki sudah mengirim hasil karyanya ke Medan. Selain itu dia juga sudah mampu melayani konsumen asal Jakarta, Tuban, dan Surabaya.

Rizki mengakui tidak terlalu sulit untuk membuat sebuah karya kolase kertas. Peralatan yang digunakan juga sederhana. Cukup menggunakan kertas, lem, gunting, hakpen atau lidi. Kolase dapat dibuat dengan memotong kertas atau dengan menyobek kertas. Kemudian di tempel pada media atau gambar yang sudah di siapkan.

Rizki menyadari pemasaran merupakan kendala baginya. "Masyarakat juga kurang tahu sebenarnya kolase itu apa. Kadang mereka menyamakan kolase dengan mozaik, sebab mozaik lebih dikenal," kata Rizki.




TERBARU

Close [X]
×