kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Selarik kisah lalu batik betawi (3)


Sabtu, 21 Juli 2018 / 09:15 WIB
Selarik kisah lalu batik betawi (3)


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Sama seperti kain batik di daerah lain, batik betawi juga punya kisah masa lalu. Pendiri sekaligus pemilik Kampung Batik Betawi Terogong, Siti Laela menceritakan, pada era penjajahan Belanda saat VOC sedang berada di puncak kejayaan, batik betawi sempat menjadi industri besar.

Dari referensi yang ada, Laela mendapati bahwa kegiatan membatik di Batavia sudah berlangsung sejak lama. Hafizoh atau yang akrab disebut Aap, perajin batik betawi Terogong lainnya juga mengatkaan,  kegiatan membatik dahulu sangat populer di beberapa wilayah sekitat Jakarta seperti di Cilandak, Gandaria, Radio Dalam, Marunda, Palmerah, Rawa Belong dan Pasar Minggu. "Jaman nenek saya, di sini banyak pembatik, karena dulu bisnisnya sangat besar. Sayang, sekitar tahun 1970-an, produksi batik betawi habis," jelasnya.

Aap menebak, matinya  batik Betawi saat itu karena industri batik di sekitar Jakarta juga meredup. Setelah puluhan tahun meredup, batik betawi kembali bangkit awal tahun 2000-an. "Bisa ada kampung batik ini karena ada program pelatihan membatik dari pemerintah daerah. Pelatihnya didatangkan ke sini, nginep di sini sampai tiga bulanan," kata Aap.

Namun, saat itu, mereka kesulitan untuk mengajak warga sekitar untuk kembali membatik. Banyak orang beranggapan bahwa membatik adalah kegiatan yang kuno. Ada pula sebagian orang yang merasa kurang telaten dalam membatik. "Banyak alasan waktu diajak ikut pelatihan membatik, hanya keluarga saya saja, mulai adik saya, anak sampai ponakan. Padahal dari batik ini kita bisa lestarikan budaya betawi,” ujar  Laela.

Bicara soal motif, ia mengatakan Kampung Batik Betawi Terogong punya sekitar 50-an motif batik. Moti itu antara lain, ondel-ondel, tugu Monas, patung selamat datang, patung pancoran, burung hong, pengantin betawi, penari yapong, buket bunga sampai motif buah-buahan, seperti mengkudu dan ceremai.

Namun, Laela bilang motif khas Batik Betawi Terogong ada pada buah mengkudu dan ceremai. “Saya buat motif itu karena di sini dulu banyak pohon mengkudu. Khasiatnya juga bagus untuk kesehatan. Saya buat motif Tebar Mengkudu, artinya tekun dan sabar emang kudu,” paparnya.

Aap menambahkan, motif yang paling banyak dicari dan dipesan oleh pelanggan biasanya motif ikonik kota Jakarta, seperti ondel-ondel dan Tugu Monas. Dua motif tersebut banyak diburu karena jadi ciri khas batik Betawi. Tak jarang para perajin di Kampung Batik Betawi Terogong kewalahan jika banjir pesanan.

"Kalau sudah kewalahan, kami cari bantuan perajin kilat yang bisa bantu. Biasanya menjelang ulangtahun Jakarta sama tujuh belas Agustusan itu pesanan banyak sekali. Kebanyakan pesanan dari instansi pemerintahan dan BUMN," pungkas Aap.                   

(Selesai)




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×